Diresmikan, Masjid Apung An-Nur Ancol Terbuka untuk Umum

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan Masjid Apung An-Nur Ancol. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.

Diresmikan, Masjid Apung An-Nur Ancol Terbuka untuk Umum

Nattasya Amani Vrazeti • 16 October 2026 15:02

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Masjid Apung An-Nur terbuka bagi masyarakat umum. Rumah ibadah tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai agenda keagamaan.

“Terbuka. Siapa saja boleh melakukan kunjungan ke masjid ini, tetapi dalam pengelolaannya tentunya nanti akan dikelola oleh PT Jaya Ancol supaya berlangsung dengan tertib,” ujar Pramono usai meresmikan Masjid Apung An-Nur, Jakarta Utara, Jumat, 16 Oktober 2026. 

Pramono berharap keberadaan masjid tersebut dapat menambah daya tarik pengunjung sekaligus menjadi ikon baru wisata keagamaan di Jakarta. Oleh karena itu, ia meminta PT Jaya Ancol mengelola rumah ibadah tersebut dengan baik.

“Sehingga dengan demikian nanti saya minta untuk PT Jaya Ancol untuk mengelola dengan sebaik-baiknya,” kata Pramono. 

Pramono mengungkapkan, pembangunan Masjid Apung An-Nur pertama kali digagas oleh Gubernur Anies Baswedan dengan proses peletakan batu pertama pada November 2019. Namun, pengerjaan proyek ini sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 hingga akhirnya dilanjutkan kembali pada 2024.

“Saya sebagai penerusnya melanjutkan sampai selesai dan bersyukur yang memberi nama saya,” kata Pramono.


Masjid Apung An-Nur di Ancol. Foto: Metro TV/Nattasya Amani. 

Pramono menjelaskan, nama An-Nur dipilihnya secara langsung dari beberapa opsi yang diajukan. Menurut dia, lokasi strategis serta rancangan arsitektur masjid tersebut memancarkan nuansa yang sarat dengan cahaya.

“Mudah-mudahan ini akan membawa berkah bagi masyarakat Jakarta dan saya yakin ini akan menjadi landmark baru wisata keagamaan. Selain berkunjung ke Ancol, masyarakat juga bisa melihat dan memanfaatkan masjid ini,” tutur Pramono.

Masjid seluas 2.241 meter persegi ini dirancang oleh arsitek ternama Andra Matin dengan mengusung filosofi “Bahtera Iman”. Bangunan ikonik tersebut memiliki kapasitas awal 600 jemaah, terdiri atas 460 jemaah pria dan 140 jemaah wanita.

“Dan nantinya direncanakan untuk extension akan ditambah kurang lebih 300 jemaah,” kata Pramono.

(Gabriella Thesa Widiari)