Saraswati Sebut Teknologi Harus Tingkatkan Produktivitas

Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda Rahayu Saraswati. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin

Saraswati Sebut Teknologi Harus Tingkatkan Produktivitas

Gabriella Thesa Widiari • 31 October 2026 17:50

Jakarta: Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia perlu mempertimbangkan kondisi bonus demografi. Penerapan teknologi seharusnya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, bukan justru mengurangi kesempatan kerja.

Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda Rahayu Saraswati mendorong para pelaku usaha mempertimbangkan dampak penerapan teknologi terhadap ketersediaan lapangan kerja. Menurut dia, penggunaan AI perlu disesuaikan dengan kondisi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk usia produktif besar.

"Mari kita memastikan bahwa teknologi yang kita hadirkan itu untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menghilangkan lapangan pekerjaan," ujar Saraswati di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ia menilai generasi muda Indonesia telah menunjukkan kontribusi di berbagai sektor, mulai dari wirausaha hingga peneliti dan akademisi. Namun, pesatnya perkembangan teknologi kini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan lapangan kerja. 

Ia mencontohkan penggunaan teknologi di negara-negara yang mengalami kekurangan tenaga kerja akibat jumlah penduduk sedikit. Kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia yang memiliki ketersediaan sumber daya manusia yang melimpah.

"Kalau kita menggunakan teknologi itu di Indonesia yang di mana kita memiliki lebih banyak manusia daripada lapangan pekerjaan, tentunya akan terjadi permasalahan yang besar," kata Saraswati.


Ilustrasi. Foto: dok. Antara. 

Saraswati menilai tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Pemerintah dan sektor swasta perlu berkolaborasi untuk memastikan teknologi mampu mendorong produktivitas sekaligus membuka peluang kerja.

Ia berharap Rembuk Pemuda dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk merumuskan solusi atas tantangan tersebut. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal tanpa mengesampingkan kebutuhan tenaga kerja di Indonesia.


(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Gabriella Thesa Widiari)