Penandatanganan nota kesepahaman Kedubes AS-BSSN. Foto: Kedubes AS
Hadapi Ancaman, Indonesia-AS Sepakati Kerja Sama Keamanan Siber
Fajar Nugraha • 5 December 2024 19:13
Jakarta: Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian pada 4 Desember menandatangani nota kesepahaman bilateral baru untuk memperkuat kerja sama di bidang siber.
Amerika Serikat telah menyediakan bantuan keamanan siber sekitar USD4 juta atau sekitar Rp63,4 miliar kepada Indonesia sejak 2022 dan telah bekerja sama erat dengan BSSN selama dua tahun terakhir ini untuk memperkuat kemitraan bilateral melalui pelatihan keamanan siber yang difokuskan pada penanggulangan ancaman bersama, pengembangan kemitraan dengan industri AS, dan pengembangan proyek keamanan siber.
“Amerika Serikat berkomitmen penuh untuk berkolaborasi di bidang keamanan siber, karena kita menghadapi ancaman dan tantangan bersama yang hanya dapat diatasi dengan bekerja sama,” kata Duta Besar Kamala, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar AS di Jakarta, Kamis 5 Desember 2024.
“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, kami siap untuk melaksanakan program pelatihan utama, termasuk pelatihan pusat data, dan kami telah merencanakan kegiatan-kegiatan untuk tahun mendatang,” imbuh Dubes Kamala.
Ancaman siber di Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital di berbagai sektor. Ancaman ini mencakup berbagai jenis serangan yang dapat berdampak besar pada individu, organisasi, dan pemerintah. Berikut adalah gambaran mengenai ancaman siber terkini di Indonesia: