Pemprov Sumut Perketat Pembatasan Mobil di Jalur Medan-Berastagi Usai Longsor

Ilustrasi. Medcom.id

Pemprov Sumut Perketat Pembatasan Mobil di Jalur Medan-Berastagi Usai Longsor

Media Indonesia • 2 December 2024 16:02

Deliserdang: Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memperketat pembatasan mobil yang melintasi jalur Medan-Berastagi setelah membuka kembali lalu lintas. Pengetatan pembatasan dilakukan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya lagi tanah longsor di wilayah Kecamatan Sibolangit, Deliserdang.

"Sejumlah pengetatan pembatasan diberlakukan, terutama untuk kendaraan berat," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Agustinus Panjaitan, saat dikonfirmasi, Senin, 2 Desember 2024.

Meski tidak merinci pengetatan pembatasan yang dimaksud, tetapi dia memastikan bahwa hal itu akan tetap mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 75 Tahun 2021 tentang Pengaturan Lalu Lintas Mobil Barang di Ruas Jalan Batas Kota Medan-Batas Kabupaten Karo. Yang mana ketentuan yang diatur dalam permenhub itu mencakup pembatasan dan pengalihan lalu lintas mobil barang.

Seperti Pasal 4 yang mengatur larangan terhadap mobil barang seberat total lebih dari delapan ton melintasi jalan tersebut. Larangan juga berlaku untuk mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, bahan tambang dan bahan bangunan.

Pemerintah memerketat pembatasan itu untuk menghadapi kemungkinan terjadinya lagi bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, yang dilintasi jalur tersebut. Terlebih, BMKG memerediksi hujan intensitas tinggi masih akan terjadi hingga akhir tahun di berbagai daerah di Sumut, termasuk Kota Medan serta Kabupaten Karo dan Deliserdang.

Pengetatan tersebut diberlakukan seiring dengan dibukanya kembali Jalan Letjen Jamin Ginting, mulai hari ini. Jalan tersebut merupakan jalur penghubung wilayah Medan - Deliserdang - Berastagi (Karo) sejauh 79 kilometer.

Pada Rabu 27 November 2024, jalur itu ditutup sementara akibat tanah longsor di wilayah Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, pada Rabu malam, 26 Desember 2024. Longsoran tanah dan material lain menimbun 13 titik ruas jalan dan mengakibatkan jalur tersebut lumpuh total.

Menurut Agustinus saat ini timbunan longsor sudah seluruhnya dibersihkan dari badan jalan sehingga sudah bisa dilintasi. Namun dia memastikan jalur tersebut akan ditutup lagi jika kembali terjadi cuaca buruk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)