Ilustrasi minyak dunia. Foto: Dok ICDX
OPEC+ Perpanjang Jeda Produksi Minyak Hingga Maret 2026
Eko Nordiansyah • 3 February 2026 08:50
Vienna: Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan sekutunya yang dikenal sebagai OPEC+, secara resmi memutuskan untuk tetap menunda rencana peningkatan produksi minyak hingga bulan Maret 2026. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan tertulis OPEC pada Minggu 1 Februari 2026, menyusul hasil pertemuan virtual para anggota utama.
Langkah untuk mempertahankan level produksi saat ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kondisi pasar global dan prospek ekonomi terkini. Delapan negara kunci yang terlibat dalam kesepakatan ini meliputi Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair dan Oman.
Sebelumnya, kelompok ini telah konsisten meningkatkan produksi minyak setiap bulan sejak April 2025. Namun, tren tersebut terhenti pada akhir November tahun lalu ketika aliansi memutuskan untuk melakukan jeda tiga bulan hingga Maret 2026.
Penundaan ini didasari oleh faktor musiman yang biasanya memengaruhi permintaan energi global di awal tahun. Dengan tetap menahan produksi, OPEC+ berharap dapat menjaga keseimbangan harga di tengah ketidakpastian ekonomi.
"Negara-negara anggota akan mengadopsi pendekatan yang hati-hati dan mempertahankan fleksibilitas penuh untuk menyesuaikan tingkat produksi sesuai kebutuhan sebagai respons terhadap perkembangan pasar," tulis pernyataan resmi OPEC, mengutip Xinhua, Senin 2 Februari 2026.
OPEC mengatakan, delapan negara tersebut dijadwalkan akan bertemu kembali secara virtual pada 1 Maret 2026 untuk menentukan langkah produksi selanjutnya. (Surya Mahmuda)
