Indonesia Jadi Negara Pertama yang Boleh Miliki Properti di Arab Saudi

Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan). Foto: ANTARA/Cahya Sari.

Indonesia Jadi Negara Pertama yang Boleh Miliki Properti di Arab Saudi

Fachri Audhia Hafiez • 4 February 2026 00:15

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar pembangunan Perkampungan Haji Indonesia di Arab Saudi serta penguatan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU). Hal ini disampaikan Kepala Negara saat menggelar pertemuan tertutup dengan puluhan tokoh lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan pimpinan pondok pesantren di Istana Kepresidenan.

"Bapak Presiden memberikan penjelasan dan informasi tentang perkampungan haji. Perkampungan haji, perlu saya sampaikan bahwa ini keakraban Presiden kita dengan MBS (Mohammed bin Salman), sehingga kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Makkah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain Indonesia," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
 



Menag menjelaskan bahwa Indonesia telah mengamankan lahan seluas kurang lebih 60 hektare yang berlokasi strategis, hanya berjarak satu hingga tiga kilometer dari Ka'bah. Kawasan mandiri ini nantinya akan dilengkapi dengan infrastruktur khusus, termasuk terowongan yang menghubungkan langsung pemukiman jemaah Indonesia dengan Masjidil Haram guna memudahkan ibadah.

"Nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu," ucap Menag.

Selain fokus pada fasilitas haji, pertemuan tersebut juga membahas transformasi LPDU. Presiden menekankan perlunya sentuhan manajemen profesional dalam menghimpun dan mengelola dana umat agar lebih transparan, efektif, dan efisien untuk kemaslahatan masyarakat luas.
 

"Sehingga dengan demikian efisiensi efektif akan kita himpun dana-dana umat itu sendiri untuk mereka sendiri ya. Saya kira itu yang paling penting tadi," tambah Nasaruddin.

Pertemuan yang dihadiri sekitar 50 tokoh Muslim, termasuk Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, hingga pimpinan PBNU dan MUI ini, menjadi bukti komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat komunikasi dengan tokoh agama. Menag menyebut Kepala Negara sangat terbuka dalam mendiskusikan visi strategis umat Islam ke depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)