Ilustrasi Banjir di Perumahan Nebraska Terrace, Kabupaten Bekasi. Istimewa
Banjir Rendam 161 Titik di Kabupaten Bekasi
Antonio • 2 February 2026 22:49
Bekasi: Banjir masih merendam sebanyak 161 titik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ratusan titik banjir itu tersebar di sejumlah wilayah, merendam permukiman dengan ketinggian bervariasi.
"Banjir terjadi di enam kecamatan. Yaitu Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, Cabangbungin, Pebayuran dan Sukatani," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, di Bekasi, Senin, 2 Februari 2026.
Dodi menerangkan, titik banjir terbanyak berada di Muaragembong dengan total 82 titik. Rinciannya, 21 titik di Desa Pantai Harapan Jaya, 3 titik di Jayasakti, 32 titik di Pantai Bahagia, 11 titik di Pantai Mekar, 12 titik di Pantai Bakti dan 3 titik di Pantai Sederhana.
Banjir juga masih merendam 22 titik di Tarumjaya yang terdiri dari 10 titik di Desa Samudrajaya, 5 titik di Segara Makmur, 5 titik di Segarajaya dan satu titik masing-masing di Pahlawan Setia serta Pantai Makmur.
Kemudian, ada 9 titik banjir di Cabangbungin yaitu 2 titik di Desa Lenggahsari, Sindang Jaya dan Jaya Bakti serta 1 titik masing-masing di Sindangsari, JAyalaksana dan Setialaksana.
"Lalu di Pebayuran ada empat titik masing-masing di Karang Harja tiga titik dan Karangsegar 1 titik. Terakhir di Sukatani ada dua titik di Desa Sukamanah," ujar Dodi.
Dodi mengatakan, pihaknya mencatat ada sebanyak 34 desa di Sembilan kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi. Selain banjir, juga terjadi longsor dengan lokasi masing-masing yaitu di Babelan (1 titik), Serang Baru (2 titik) dan Bojongmangu (5 titik),
"Upaya yang telah dilakukan BPBD Kabupaten Bekasi yaitu melakukan asesmen, evakuasi dan pemberian bantuan logistik kepada korban terdampak," kata Dodi.
Kabupaten Bekasi terendam banjir sejak 18 Januari 2026. Banjir itu terjadi akibat curah hujan tinggi, luapan sungai dan banjir rob yang terjadi di wilayah pesisir.