S&P Pertahankan Rating RI, Purbaya: Saatnya Beli Saham, Jual Dolar

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.

S&P Pertahankan Rating RI, Purbaya: Saatnya Beli Saham, Jual Dolar

Husen Miftahudin • 14 July 2026 17:38

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan investor mulai melirik pasar saham setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Menurut Purbaya, keputusan lembaga pemeringkat internasional tersebut menjadi sinyal kuat berbagai kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Indonesia tidak terbukti.

"Seharusnya ke depan sentimen negatif di pasar modal, di pasar obligasi, maupun nilai tukar rupiah akan hilang dengan cepat. Jadi ke depan siap-siap beli saham, kalau punya dolar, jual dolarnya," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.

Purbaya menilai afirmasi peringkat kredit dari S&P akan memperkuat kepercayaan investor, termasuk investor asing, terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Saat ditanya mengenai potensi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun nilai tukar rupiah dalam waktu dekat, ia tidak memberikan proyeksi angka. Meski demikian, ia menilai investor yang jeli sebaiknya memanfaatkan momentum tersebut.

"Kalau (investor) pinter ya harus cepat. Kalau investor pinter, domestik pinter, masuk aja sekarang. Sekarang sudah jelas apalagi gangguan kita? Selama ini kan ditakutkan kita tidak bisa mengelola fiskal walaupun ekonominya tumbuh lebih cepat," sebut dia.
 



(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Kekhawatiran downgrade tak terbukti


Purbaya mengungkapkan, sebelumnya sempat muncul keraguan terhadap arah kebijakan pemerintah dan kekuatan fundamental ekonomi nasional. Bahkan, beredar spekulasi mengenai kemungkinan penurunan peringkat kredit Indonesia.

Namun, keputusan S&P mempertahankan rating Indonesia menunjukkan kekhawatiran tersebut tidak menjadi kenyataan. "Ketika semua orang bilang ada kemungkinan kita akan di-downgrade. Bukan outlook loh, begitu outlook semua turunkan tinggal downgrade saja kan. Ini menunjukkan apa yang dikhawatirkan itu tidak benar," jelas dia.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus menjalankan kebijakan ekonomi secara konsisten sambil memperbaiki berbagai inefisiensi agar fundamental ekonomi nasional semakin kuat.

"Ke depan kita akan lebih bagus lagi, karena kita akan menjalankan kebijakan dengan lebih konsisten. Kalau ada inefisiensi, kita perbaiki terus ke depan, jadi ekonomi kita akan kuat," tegas dia.

Ia menambahkan, keyakinan S&P juga didukung kondisi fiskal Indonesia yang dinilai tetap sehat. Pengelolaan fiskal dilakukan secara prudent sehingga mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.

"Jadi asesmen S&P menunjukkan saya menjalankan fiskal dengan tepat, Presiden menjalankan pekerjaan fiskal yang lancar. Jadi merupakan suatu pengakuan internasional kita bisa menjalankan fiskal dengan baik, prudent, dan menciptakan pertumbuhan yang banyak sekali," tutur Purbaya.

(Husen Miftahudin)