Hujan ekstrem memicu banjir parah di Nagoya, Jepang. (Anadolu Agency)
Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya Jepang, 2 Juta Warga Dievakuasi
Willy Haryono • 9 September 2026 13:20
Tokyo: Otoritas Jepang memerintahkan sekitar dua juta warga di Nagoya untuk mengungsi setelah hujan deras memicu banjir parah di sejumlah wilayah Prefektur Aichi.
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Nagoya bahkan mencatat curah hujan per jam tertinggi dalam sejarah pengukuran setempat, yakni 104,5 milimeter pada Selasa kemarin.
Curah hujan tersebut tercatat di Observatorium Meteorologi Nagoya antara pukul 15.53 hingga 16.53 waktu setempat.
Dikutip dari caliber.az, Rabu, 9 September 2026, banjir melanda sejumlah kawasan di pusat kota Nagoya, termasuk distrik Sakae yang ramai. Ketinggian air di sejumlah ruas jalan bahkan mencapai lutut orang dewasa.
Gangguan juga terjadi pada transportasi publik. Layanan kereta, bus, dan moda transportasi lainnya dihentikan pada jam sibuk, termasuk jaringan JR, Meitetsu, dan Nagoya Municipal Subway.
Sejumlah tempat penampungan sementara dibuka di sekitar Stasiun Nagoya dan lokasi lainnya bagi warga yang tidak dapat kembali ke rumah.
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan banjir khusus Level 5 untuk Sungai Shonai, tingkat peringatan tertinggi yang menandakan risiko bencana sangat tinggi.
Biro Pengembangan Regional Chubu juga melaporkan dua dari 15 jalur bawah tanah yang dikelola pemerintah prefektur terendam banjir. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.
Tingginya Curah Hujan
Curah hujan 104,5 milimeter dalam satu jam tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat di Tokai, Jepang, yakni 97 milimeter pada 11 September 2000.Badan Meteorologi Jepang memperkirakan sejumlah wilayah masih akan menerima tambahan curah hujan hingga 200 milimeter sampai pukul 18.00 pada Rabu ini.
Hujan tambahan hingga 80 milimeter juga diperkirakan mengguyur wilayah tersebut dalam periode 24 jam berikutnya hingga pukul 18.00 pada Kamis besok.
Para ahli meteorologi memperingatkan curah hujan dapat kembali meningkat secara lokal apabila terbentuk linear rainband, yakni pita hujan yang memanjang dan bergerak atau bertahan di kawasan tertentu.
Fenomena tersebut dapat meningkatkan risiko banjir lebih luas serta bencana hidrometeorologi lainnya.
Otoritas Jepang mengimbau warga di wilayah terdampak untuk mengikuti instruksi evakuasi dan tetap waspada terhadap perkembangan kondisi cuaca.
Baca juga: Empat Warga Jepang Tewas akibat Hujan Deras yang Memicu Banjir