BMKG Ungkap Hujan di Sulteng Dipicu Penumpukan Massa Udara

Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Mutiara Palu saat memperlihatkan prakiraan cuaca selama sepekan ke depan di Sulawesi Tengah, Sabtu, 12 September 2026. ANTARA/Moh Salam

BMKG Ungkap Hujan di Sulteng Dipicu Penumpukan Massa Udara

Silvana Febiari • 12 September 2026 14:21

Kota Palu: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) belakangan ini dipicu penumpukan massa udara. Kondisi tersebut juga dipengaruhi suhu muka laut yang lebih hangat.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Mutiara Palu Fathan Labanu mengatakan secara umum wilayah Sulteng masih berada dalam periode puncak musim kemarau dan terdampak fenomena El Nino.

"Jadi saat ini posisinya masih dalam masa musim kemarau. Sementara untuk kasus terjadinya hujan di beberapa wilayah Sulawesi Tengah itu sifatnya belum merata atau tidak menyeluruh," kata Fathan, dilansir dari Antara, Sabtu, 12 September 2026. 


Hujan lokal dominan terjadi di wilayah Sulawesi Tengah bagian barat, seperti Kabupaten Sigi, Donggala, dan Kota Palu. Hujan juga berpotensi meluas ke Kabupaten Tolitoli dan Poso.

"Kondisi tersebut disebabkan oleh akumulasi massa udara di sekitar wilayah Sulawesi Tengah bagian barat dan Selat Makassar, termasuk suhu permukaan air laut di Selat Makassar yang tercatat lebih hangat dari biasanya turut mendorong percepatan pertumbuhan awan-awan hujan," sebutnya.


Hujan. Ilustrasi Antara


Sejumlah wilayah berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada 13–19 September mendatang. Wilayah tersebut meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Buol, Kabupaten Tolitoli, dan Kabupaten Poso.

"Terkait prakiraan cuaca sepekan ke depan adanya potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan berpeluang terjadi hujan lebat di beberapa titik," ucapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Terutama terhadap potensi hujan lebat pada sore hingga malam hari.

(Silvana Febiari)