Konferensi pers Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Foto: Metrotvnews.com/Adrian Bachtiar
AAJI Catat Total Pendapatan Industri Asuransi Rp47,63 Triliun di Kuartal I-2026
Eko Nordiansyah • 2 June 2026 16:18
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan total pendapatan 56 industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama 2026 sebesar Rp47,63 triliun atau menurun enam persen secara year on year (yoy).
Tercatat unweighted mencapai Rp47,27 triliun atau turun 0,5 persen yoy. Sementara itu, secara weighted nilainya mencapai Rp30,08 triliun, meski demikian, kinerja tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa masih relatif stabil.
“Pada kuartal pertama ini secara unweighted tercatat sebesar Rp47,27 triliun, Ini total preminya. Sementara secara weighted dimana single premi kita itu Rp30,08 triliun,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo Karsono pada paparan Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode kuartal I 2026, di Grha AAJI, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
.jpg)
(Industri asuransi jiwa. Foto: Metrotvnews.com/Adrian Bachtiar?)
Asuransi tradisional masih mendominasi
Walaupun total pendapatan premi mengalami koreksi tipis, premi berdasarkan produk unit link justru mencatat peningkatan minat masyarakat sebesar 4,1 persen secara yoy menjadi Rp17,17 triliun. Sementara itu, produk asuransi tradisional masih mendominasi dengan nilai premi mencapai Rp30,10 triliun, meski mengalami penurunan 2,9 persen secara tahunan.“Asuransi jiwa tradisional masih menjadi kontributor utama, ini sama dengan kuartal-kuartal berikutnya terhadap total pendapatan premium industri dengan nilai sebesar Rp30,10 triliun,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI.
Di sisi lain, pada jumlah total polis tercatat sebesar 22,54 juta atau 3,6 persen yoy pada kuartal 1 2026. Pertumbuhan tersebut masih didominasi oleh polis perorangan yang meningkat 2,9 persen yoy menjadi 22,13 juta, meskipun secara persentase segmen polis kumpulan mendobrak naik hingga 72,9 persen yoy.
“Jumlah polis juga mencapai pertumbuhan positif sebesar 3,6 persen atau 22,54 juta polis, ini sejalan dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki perlindungan asuransi jiwa,” ujar Albertus.
Ketua Dewan Pengurus AAJI mengungkapkan bahwa industri asuransi jiwa terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jangka panjang melalui asuransi. Menurutnya, peningkatan kesadaran tersebut juga didukung oleh semakin baiknya literasi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
“Keberhasilan industri tidak hanya diukur dari angka bisnis saja, tetapi juga dari berbagai atau seberapa luas perlindungan yang dapat diberikan kepada masyarakat. Diharapkan, tentunya angka keuangan untuk asuransi juga ikut meningkat,” ungkapnya. (Adrian Bachtiar)