Pemkot Padang Relokasi Pedagang Jelang Rekonstruksi Stadion GOR Haji Agus Salim

Arsip-Suporter Semen Padang FC memadati Stadion GOR Haji Salim Kota Padang, Sumatra Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Pemkot Padang Relokasi Pedagang Jelang Rekonstruksi Stadion GOR Haji Agus Salim

Silvana Febiari • 6 June 2026 16:35

Kota Padang: Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat (Sumbar), segera merelokasi para pedagang yang selama ini berjualan di kawasan Stadion GOR Haji Agus Salim. Langkah ini dilakukan menyusul rekonstruksi sarana olahraga tersebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Pengusaha kafe dan pedagang di pujasera akan dipindahkan sementara ke kawasan Panjat Tebing dengan fasilitas yang terstandardisasi," kata Wali Kota Padang Fadly Amran, dilansir dari Antara, Sabtu, 6 Juni 2026. 

Sementara, sekretariat cabang olahraga dan lembaga terkait akan dipusatkan di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar. Rencananya, per 15 Juni 2026 kawasan Stadion GOR Haji Agus Salim akan ditutup total untuk pelaksanaan rekonstruksi.
 


Eks Wali Kota Padang Panjang tersebut telah menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang untuk mengawal proses relokasi pedagang secara humanis. "Pemkot Padang mendukung penuh dan siap berkolaborasi menyukseskan rekonstruksi total kawasan GOR H. Agus Salim," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar Mahdianur menjelaskan rekonstruksi total dilakukan setelah adanya kajian tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum. Kajian tersebut menyebutkan kondisi GOR Agus Salim sudah tidak memungkinkan untuk sekadar direnovasi.

Proyek ini diproyeksikan digarap oleh BUMN untuk membangun stadion berstandar Asian Football Confederation (AFC) dengan kapasitas 12.000 hingga 13.000 penonton. "Pengumuman pemenang tender diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan," ujarnya.


Arsip-Suporter Semen Padang FC memadati Stadion GOR Haji Salim Kota Padang, Sumatra Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar


Rekonstruksi Stadion GOR Haji Agus Salim yang berdiri di atas lahan seluas 7,8 hektare akan dibagi menjadi tiga ring utama. Ring satu fokus pada bangunan utama stadion yang berstandar internasional. Ring kedua difokuskan untuk ruang terbuka hijau, jogging track, dan ruang publik olahraga masyarakat.

Terakhir, ring tiga akan dikembangkan sebagai kawasan sport tourism. Kawasan ini dilengkapi pusat kuliner modern, gedung parkir terpadu, serta sekretariat bersama cabang olahraga se-Sumbar.

(Silvana Febiari)