Menlu Sugiono: Stabilitas Timur Tengah Kunci Ketahanan Energi dan Ekonomi ASEAN

Menteri Luar Negeri RI Sugiono. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Reyhansyah

Menlu Sugiono: Stabilitas Timur Tengah Kunci Ketahanan Energi dan Ekonomi ASEAN

Muhammad Reyhansyah • 23 April 2026 15:39

Jakarta: Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menilai stabilitas di Timur Tengah menjadi faktor penting bagi ketahanan energi dan ekonomi kawasan Asia Tenggara, di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Menlu Sugiono mengatakan gencatan senjata yang saat ini berlangsung merupakan langkah awal yang penting untuk mencegah eskalasi lebih luas.

“Kami percaya gencatan senjata saat ini adalah langkah penting untuk mencegah eskalasi yang lebih besar,” ujar Menlu Sugiono dalam joint press statement bersama Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro di Kementerian Luar Negeri, Kamis, 23 April 2026.

Namun, ia menegaskan bahwa stabilitas di kawasan Teluk memiliki dampak langsung terhadap negara-negara seperti Indonesia dan Filipina.

“Bagi negara seperti Indonesia dan Filipina, stabilitas di kawasan Teluk sangat penting karena setiap gangguan akan berdampak pada keamanan energi, rantai pasok, dan ketahanan ekonomi di kawasan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menlu Lazaro menilai krisis di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada ASEAN, tetapi juga dunia secara keseluruhan.

“Krisis di Timur Tengah memengaruhi tidak hanya ASEAN, tetapi juga seluruh dunia,” tegas Lazaro.

Sebelumnya, Ketegangan regional memuncak menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan ini memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan aset-aset serta pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah.

Sebagai upaya meredam konflik, Pakistan berhasil memediasi gencatan senjata pada 8 April, yang kemudian diikuti dengan pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad pada 11–12 April. 

Meski pertemuan tersebut berakhir tanpa kesepakatan, proses diplomasi terus berjalan dan masa gencatan senjata pun diperpanjang.

Pada Selasa, 21 April 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata tersebut atas permintaan Pakistan. Trump menegaskan bahwa status ini akan tetap berlaku hingga Teheran mengajukan apa yang ia sebut sebagai "proposal terpadu." 

Meskipun upaya negosiasi babak baru sedang diupayakan, situasi di kawasan tetap diliputi ketidakpastian dan tensi yang tinggi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)