Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tausiah tentang pentingnya membaca dan menuntut ilmu dalam program Gaspoll Sahur–Iqra yang digelar di Masjid Hajjah Siti Mang, Makassar dan ditayangkan di Metro TV. (Foto: Dok. Metro TV)
Pentingnya Iqra: Ustaz Das'ad Latif Ajak Umat Islam Perbanyak Ilmu di Bulan Ramadan
Patrick Pinaria • 15 March 2026 14:25
Makassar: Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum memperbanyak ilmu. Dalam program Gaspoll Sahur–Iqra di Masjid Hajjah Siti Mang, Makassar, Ustaz Das’ad Latif menjelaskan perintah membaca dalam Islam menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca, yaitu 'Iqra' dalam Surah Al-Alaq. Menurut Ustaz Das'ad Latif, perintah tersebut memiliki makna mendalam karena membaca menjadi dasar untuk membangun peradaban yang lebih baik.
Ia menjelaskan bahwa sebelum Islam datang, masyarakat Arab hidup dalam masa yang dikenal sebagai zaman jahiliyah. Pada masa itu, berbagai praktik buruk seperti kesombongan, meremehkan orang lain, hingga ketidakadilan terhadap perempuan masih terjadi.
"Zaman jahiliyah itu zaman peradaban terbelakang. Jangan bilang bodoh Bu, bunda. Zaman jahiliyah itu bukan bodoh, pintar! Arab-Arab Quraisy dulu pintar juga Bu, bikin sastra, syair, pintar berdagang. Cuma dia jahiliyah karena dua penyebabnya: sombong, angkuh," ujar Ustaz Das'ad Latif dalam program Gaspoll Sahur di Metro TV, 7 Maret 2026.
Ia menuturkan perubahan besar dalam peradaban terjadi ketika wahyu pertama turun dengan perintah membaca. Perintah tersebut menjadi kunci untuk memperbaiki masyarakat melalui ilmu pengetahuan.
Menurutnya, ada hikmah penting mengapa yang diperintahkan adalah membaca, bukan sekadar menonton atau melihat. Ia menilai informasi visual lebih mudah dimanipulasi, sementara tulisan lebih sulit dipalsukan.
"Kenapa Allah tidak bilang nonton? Nonton itu bisa dipelesetkan, bisa diedit. Tapi kalau baca Ibu, kalau tulisannya satu kali satu tidak mungkin Ibu baca dua kali dua," katanya.
Selain membaca kitab suci, Ustaz Das'ad Latif juga menekankan bahwa membaca dapat dimaknai lebih luas, termasuk membaca tanda-tanda alam dan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.
"Makanya kalimatnya iqra, baca. Apa dibaca? Semua wahyu Allah, ada yang tertulis Qur’an, ada yang tercipta alam. Baca itu," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai ilmu seperti matematika, kesehatan, hingga tata boga juga penting dipelajari karena dapat membantu manusia menjalani kehidupan dengan lebih baik. Tanpa ilmu, seseorang akan mudah terjebak dalam kesalahan dan kebodohan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa ilmu agama perlu dipelajari agar ibadah dapat dijalankan dengan benar. Banyak kesalahpahaman terjadi karena kurangnya pengetahuan, termasuk dalam hal-hal sederhana terkait puasa dan ibadah lainnya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam memanfaatkan waktu Ramadan untuk menambah pengetahuan dan tidak menghabiskan waktu hanya untuk hiburan yang tidak bermanfaat.
"Maka Ibu-ibu daripada nonton sinetron, nonton infotainment artis, mending Ibu belajar agama," ujarnya.
Selain pentingnya belajar, Ustaz Das'ad Latif juga menyoroti sikap dalam mencari ilmu. Ia menekankan bahwa seseorang harus berhati-hati dalam memilih guru agar tidak salah memahami ajaran agama.
Ia menyampaikan bahwa seseorang sebaiknya belajar kepada ahli di bidangnya, termasuk dalam urusan agama yang seharusnya dipelajari dari ulama yang memiliki latar belakang pendidikan yang jelas.
Di akhir ceramah, ia juga mengingatkan bahwa ilmu tidak boleh membuat seseorang menjadi sombong. Menurutnya, kesombongan bisa muncul dari beberapa hal, seperti jabatan, kekayaan, popularitas, maupun ilmu.
"Pintar bagus, merasa paling pintar bisikan setan," katanya.
Ia mengingatkan bahwa manusia sejatinya hanya diberi sedikit ilmu oleh Allah, sehingga tidak ada alasan untuk menyombongkan diri. Karena itu, ilmu seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperbaiki kehidupan manusia.
Melalui tausiah tersebut, Ustaz Das'ad Latif mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk memperbanyak belajar dan meningkatkan kualitas diri agar dapat membangun peradaban yang lebih baik melalui ilmu pengetahuan.