BPJS Kesehatan bersama Kementerian PPN/Bappenas melakukan pertemuan untuk memperkuat sinergi menjaga keberlanjutan Program JKN. (Foto: Dok. BPJS Kesehatan)
Perkuat Sinergi dengan Bappenas Jaga Keberlanjutan Program JKN
Patrick Pinaria • 17 March 2026 19:55
Jakarta: Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menegaskan pentingnya penguatan sinergi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan BPJS Kesehatan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Senin, 16 Maret 2026.
Pujo mengatakan hingga saat ini Program JKN telah menjangkau lebih dari 284 juta jiwa atau sekitar 99 persen penduduk Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan produktif.
"Ke depan, fokus kita tidak lagi hanya pada perluasan cakupan, tetapi juga pada penguatan kualitas layanan, keberlanjutan pembiayaan, serta tata kelola program. Namun, upaya ini akan kuat apabila dibangun di atas fondasi kolaborasi yang erat melalui harmonisasi kebijakan yang konsisten didukung dengan keselarasan arah pembangunan nasional," ujar Pujo yang juga didampingi oleh seluruh jajaran Direksi BPJS Kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan Program JKN. (Foto: Dok. BPJS Kesehatan)
Menurutnya, keberlanjutan Program JKN membutuhkan harmonisasi kebijakan lintas sektor agar kebijakan fiskal, kesehatan, perlindungan sosial, hingga transformasi digital dapat berjalan selaras dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk itu, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar Program JKN tetap kuat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pujo menambahkan, BPJS Kesehatan juga terus melakukan transformasi melalui integrasi data kepesertaan dan layanan kesehatan, pemanfaatan evidence-based policy, serta digitalisasi proses bisnis guna meningkatkan akurasi pengambilan kebijakan, efisiensi pembiayaan, dan mutu layanan kepada peserta.
"Kami yakin bahwa keberlanjutan Program JKN bukan hanya soal menjaga sebuah program tetap berjalan, tetapi memastikan bahwa harapan masyarakat terhadap kehadiran negara tetap terjaga. Lewat kolaborasi dan harmonisasi kebijakan yang berkelanjutan, Program JKN akan tetap menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan sosial bangsa," jelas Pujo dalam acara yang juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat.
Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu didukung dengan regulasi yang kuat agar program tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, sebagai program strategis negara, JKN memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai.
"Berbagai program yang disusun harus berangkat dari perencanaan yang matang agar mampu menjawab berbagai tantangan yang akan muncul di masa depan. Dengan perencanaan yang kuat, kebijakan yang diambil diharapkan mampu menjaga keberlangsungan program sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat," katanya.
Ia turut mengapresiasi kualitas data yang dimiliki BPJS Kesehatan yang dinilai sangat besar dan lengkap. Data tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran, serta memperkuat tata kelola program.
"BPJS Kesehatan sudah memiliki basis data yang sangat baik dan lengkap. Ini merupakan kekuatan besar yang harus dikelola dengan optimal untuk mendukung kebijakan yang tepat sekaligus menjaga keberlanjutan Program JKN. Harapannya, dengan jajaran petinggi BPJS Kesehatan yang baru bisa menjaga keberlangsungan Program JKN," ujarnya.