Pemerintah Pastikan Pasokan Aman, Penggunaan BBM Bijak Dukung Kelancaran Distribusi

Ilustrasi. Foto: dok Pertamina.

Pemerintah Pastikan Pasokan Aman, Penggunaan BBM Bijak Dukung Kelancaran Distribusi

Ade Hapsari Lestarini • 19 March 2026 08:11

Jakarta: Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti Mubarok mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan di tengah isu perang Timur Tengah dan menjelang masa libur Lebaran.

 
Menurut Mufti, kepanikan justru berpotensi menciptakan kelangkaan semu di lapangan akibat distribusi tidak seimbang.
 
"Gunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Tidak perlu panic buying karena justru dapat mengganggu stabilitas pasokan," kata dia, dikutip Kamis, 19 Maret 2026.
 
Mufti menilai pemerintah dan Pertamina telah berupaya memastikan ketersediaan BBM tetap aman selama arus mudik dan menjelang Idulfitri 2026 ini. Ia juga menyinggung terjadinya ketegangan di kawasan Timur Tengah itu telah menyebabkan terganggunya distribusi pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz dan membuat gejolak harga minyak mentah dunia.
 

Pemerintah jamin pasokan stok energi nasional

 
Mufti mengatakan periode mudik ini memang telah menyebabkan terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat. Untuk itu, kata dia, pemerintah memastikan jaminan pasokan stok energi nasional.
 
Dia menilai, Pertamina mampu menjaga stabilitas stok sekaligus kelancaran distribusi ke seluruh wilayah Nusantara, terutama di jalur-jalur utama pemudik maupun di daerah yang menjadi tujuan pemudik.
 
"Momentum mudik membutuhkan kesiapan ekstra, khususnya dalam menjaga ketersediaan BBM agar tetap aman dan mudah diakses masyarakat di berbagai titik perjalanan," ujar dia.

 
Mufti juga menegaskan, kehadiran negara melalui BUMN energi menjadi kunci dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kepastian pasokan, dinilai dia, sangat penting agar aktivitas mudik dapat berlangsung tanpa banyak hambatan.
 
Di tengah dinamika global yang masih bergejolak, termasuk ketegangan geopolitik yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, Mufti mengajak masyarakat agar menyikapinya secara wajar saja. Menurut dia, pemerintah telah memiliki sistem pengamanan cadangan energi nasional yang cukup solid.
 
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah bersama Pertamina memiliki mekanisme untuk menjaga ketahanan energi nasional tetap stabil," kata dia.
 

Penguatan distribusi BBM di titik krusial

 
Selain itu, BPKN juga mengatakan pentingnya penguatan distribusi BBM di titik-titik krusial seperti jalan tol, jalur Pantura, serta lintas antarprovinsi yang diperkirakan akan mengalami kepadatan tinggi. Kesiapan infrastruktur distribusi dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah antrean panjang di SPBU.
 
"Distribusi harus berjalan lancar dan merata, khususnya di jalur padat pemudik, agar perjalanan masyarakat tetap nyaman," kata dia.
 
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional masih cukup. Ia mengatakan industri BBM dalam negeri dan impor masih akan terus berjalan, tak terlalu terpengaruh dengan adanya perang di Timur Tengah.
 
Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra. Ia meminta agar masyarakat bijak membeli BBM dan LPG, sehingga tidak terjadi panic buying.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)