CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani. Foto: dok Istimewa.
Rosan Pastikan Eks Direktur Vale Indonesia Pimpin PT DSI
Husen Miftahudin • 21 May 2026 17:32
Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengonfirmasi Luke Thomas Mahony telah ditunjuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), badan baru bentukan pemerintah untuk mengelola ekspor sejumlah komoditas.
Menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan Luke Thomas Mahony sudah terkonfirmasi memimpin PT DSI.
"Untuk saat ini Luke Thomas," kata Rosan menegaskan, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026. Luke Thomas merupakan warga negara Australia yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia.
Ketika ditanya lebih lanjut kapan akan dilakukan pengumuman resmi jajaran direksi, dia menjelaskan saat ini masih dalam proses penguatan tim yang akan memimpin PT DSI dan akan melakukan pengumuman ke depannya ketika seluruh jajaran direksi sudah ditentukan.
"Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu, seperti kita bentuk Danantara dulu," tutur dia.
Terkait pembentukan PT DSI sendiri, Rosan mengatakan pihaknya mendengarkan masukan dan melakukan sosialisasi dengan asosiasi pengusaha komoditas kelapa sawit dan paduan besi terkait pembentukan.
"Tadi meeting, nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, Kadin, Apindo, asosiasi sawit, APBI, batu bara semua. Kita juga sekaligus sosialisasi, jadi kita mulai pukul 4 sore," kata Rosan.
| Baca juga: Kemendag Susun Permendag Baru seiring Pembentukan DSI |

(Ilustrasi aktivitas eksplorasi pertambangan. Foto: dok MI)
DSI jadi eksportir tunggal batu bara hingga kelapa sawit
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, telah mengumumkan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Prabowo menyebut dengan terbitnya aturan itu menjadikan BUMN menjadi eksportir tunggal untuk komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).
"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal," ujar Prabowo.
Rosan menyatakan pembentukan badan ini merupakan arahan langsung pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ekspor komoditas nasional. Kehadiran badan khusus ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai praktik kecurangan yang selama ini merugikan keuangan negara.
"Oleh sebab itu, kami sudah membentuk satu badan, yang pertama tadi disampaikan oleh Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Yang mana kami ingin tekankan ini lebih kepada transparansi transaksi," kata Rosan.
Menurut Rosan, fokus utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia adalah memastikan transparansi dalam setiap transaksi ekspor komoditas strategis. Salah satu poin krusial yang akan diawasi ketat adalah memastikan nilai ekspor yang dilaporkan oleh para pelaku usaha sesuai dengan harga pasar internasional yang berlaku.
Pemerintah menilai selama ini terjadi praktik under-invoicing dan transfer pricing pada sejumlah komoditas strategis Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan kebocoran potensi penerimaan negara.
"Ini yang kita akan coba untuk reduce semaksimal mungkin, impossible zero under invoicing dan zero transfer pricing," tegas Rosan.