Kemnaker Tekankan Peran Penting Perguruan Tinggi pada Pengembangan SDM

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi. Foto: Antara.

Kemnaker Tekankan Peran Penting Perguruan Tinggi pada Pengembangan SDM

Anggi Tondi Martaon • 19 May 2026 11:27

Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan peran penting perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ketenagakerjaan nasional. Sebab, kampus dapat mendukung transformasi ketenagakerjaan nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta pengembangan talenta yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja.
 
“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia industri menjadi kunci dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif, kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan,” ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, dikutip dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
 
Sebagai salah satu langkah konkret, Kemnaker menjalin kerja sama dalam bidang pengembangan SDM dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Cris mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri di tengah perubahan pasar kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan transformasi digital.

“Sinergi lintas sektor penting agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ungkap Cris.


Dalam kerja sama tersebut, Kemnaker dan Unpad mengembangkan berbagai program mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, penguatan kajian ketenagakerjaan, hingga penyusunan pendidikan dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri.
 
Selain itu, kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong terciptanya link and match antara kurikulum pendidikan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. Sehingga kesenjangan kompetensi lulusan dapat dikurangi secara bertahap.
 
“Kerja sama ini diharapkan mampu mengintegrasikan pendidikan, pelatihan dan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan serta daya saing yang lebih kuat,” sebut Cris.
 
Lebih lanjut, sinergi Kemnaker dan Unpad juga mencakup penguatan pelatihan vokasi dengan mengintegrasikan program pelatihan Kemnaker bersama kapasitas akademik, pusat kajian, serta riset dan inovasi yang dimiliki Unpad.
 
Ilustrasi tenaga kerja. Foto: Medcom.id.

Cris juga menegaskan komitmen Kemnaker dalam memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui transformasi layanan ketenagakerjaan berbasis digital SIAPKerja serta penguatan balai pelatihan vokasi yang responsif terhadap perkembangan industri.
 
Menurut Cris, upaya tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta peluang kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.
 
“Kami ingin memastikan generasi muda dan lulusan perguruan tinggi memiliki akses terhadap pelatihan yang relevan, sertifikasi kompetensi, dan peluang kerja yang lebih luas,” ujar Cris.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)