Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong yang menjadi salah satu lokasi langganan banjir akibat luapan Sungai Air Duku di wilayah itu. ANTARA/Nur Muhamad
Warga Rejang Lebong Diminta Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Silvana Febiari • 31 December 2025 09:24
Rejang Lebong: Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri meminta warga bersiaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrem. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi mengingat cuaca yang tidak menentu belakangan ini.
"Kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa, di wilayah rawan bencana alam banjir dan tanah longsor agar bersiaga, bergerak cepat, serta meningkatkan koordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait," kata Bupati Muhammad Fikri, dikutip dari Antara, Rabu, 3 Desember 2025.
Dia menjelaskan bahwa tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya telah memicu luapan air sungai serta saluran drainase. Kondisi ini mengakibatkan banjir sejumlah titik.
Beberapa lokasi yang menjadi daerah langganan banjir meliputi sejumlah kelurahan dan desa yang dilalui Sungai Air Duku di Kecamatan Curup Timur hingga Curup Utara. Selain itu, luapan Sungai Musi juga mengancam wilayah Desa Dusun Sawah di Kecamatan Curup Utara.
Dia juga sudah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Baznas, Rejang Lebong menyiapkan bantuan serta pendampingan. Tujuannya untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa dan membantu warga yang terdampak.
Masyarakat di 15 kecamatan diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan serta rutin melakukan kegiatan gotong-royong guna membersihkan sungai, saluran drainase. Upaya ini penting dilakukan demi mencegah pendangkalan maupun penyempitan alur.

Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong yang menjadi salah satu lokasi langganan banjir akibat luapan Sungai Air Duku di wilayah itu. ANTARA/Nur Muhamad
Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong M Budianto menyatakan pihaknya telah menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Mereka juga menyiagakan para relawan BPBD tersebar di 156 desa/kelurahan di 15 kecamatan.
BPBD Rejang Lebong juga telah menyiagakan peralatan berupa dua alat berat jenis loader dan ekskavator mini, mobil dapur umum, mobil tangki, obat-obatan, dan makanan siap saji.
Menurut dia, cuaca ekstrem berupa hujan lebat berdurasi lama di Kabupaten Rejang Lebong berpotensi memicu banjir akibat luapan sungai dan drainase. Selain banjir, intensitas hujan yang tinggi juga sangat rawan menyebabkan bencana tanah longsor di sejumlah titik.
Masyarakat diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan diri. Terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan banjir dan tanah longsor.