Ilustrasi. Foto: Freepik.
Aliran Modal Asing Rp2,43 Triliun Masuk RI di Pekan Terakhir 2025
Eko Nordiansyah • 3 January 2026 09:49
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk ke Indonesia sebesar Rp2,43 triliun. Hal ini berdasarkan data transaksi pada 29-31 Desember 2025, dimana nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan beli neto.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, aliran modal masuk terdiri dari beli neto sebesar Rp1,23 triliun di pasar saham dan Rp1,66 triliun di pasar SBN, serta jual neto sebesar Rp0,46 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 31 Desember 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp17,00 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp2,01 triliun di pasar SBN," kata dia dalam keterangan dilansir di Jakarta, Sabtu, 6 Desember 2025.
Ia mengungkapkan, BI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Sementara itu, premi Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun per 1 Januari 2026 sebesar 67,78 basis poin (bps). Angka ini turun dibanding dengan 26 Desember 2025 sebesar 69,95 bps.
Baca Juga :
Dolar AS Rebound Meski Sedikit
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Pergerakan rupiah
Adapun rupiah ditutup di level Rp16.670 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 31 Desember 2025. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,05 persen. Indeks Dolar (DXY) menguat ke level 98,32, sedangkan Yield US Treasury (UST) Note 10 tahun naik ke level 4,167 persen.
Pada Jumat pagi, 2 Januari 2026, rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.680 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun relatif stabil di 6,04 persen.