Ilustrasi Pexels
Isu Kenaikan Harga BBM, Guru Besar Minta Pemerintah Adil
Muhamad Marup • 31 March 2026 15:40
Surakarta: Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per April 2026 diprediksi akan melonjak seiring meningkatnya harga minyak global. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Anton Agus Setyawan, meminta pemerintah untuk menjaga aspek keadilan.
Dia menjelaskan, pemerintah harus menjaga harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kurang mampu. Harga BBM bersubsidi diharapkan tidak naik terlalu besar.
"BBM bersubsidi harus tetap mendapatkan subsidi pemerintah. Perhitungannya harus sangat cermat," ujar Anton, mengutip laman resmi UMS, Selasa, 31 Maret 2026.
Harga minyak dunia yang meroket, kata dia, dapat berisiko menambah defisit APBN 2026. Penyesuaian ini penting untuk menjaga agar defisit APBN tetap terkendali.
"Pemerintah harus nombok atau menutup selisih kekurangan harga BBM itu," jelasnya.
Diversifikasi Energi
Anton mengungkapkan, penyesuaian harga BBM merupakan langkah krusial untuk menjaga stabilitas fiskal dalam jangka pendek. Dia mendukung pemerintah untuk mempercepat diversifikasi energi.
Dia menyebut, Indonesia sebenarnya telah melakukan langkah nyata dalam diversifikasi energi. Sebagai contoh, solar subsidi saat ini sudah menerapkan program Biodiesel B40 dengan komposisi terdiri dari 60 persen solar fosil dan 40 persen dari minyak sawit.

Ilustrasi Pexel
"Selain biodiesel, pengalihan energi juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan energi panas bumi, panel surya, maupun bioetanol atau biofuel," tambahnya.
Anton menjelaskan, diversifikasi membuat pemerintah tidak perlu bergantung pada impor minyak sawit. Menurutnya, diversifikasi energi adalah solusi jangka menengah dan panjang yang sangat diperlukan untuk menghadapi fluktuasi harga BBM akibat kondisi geopolitik global.
"Jika sekarang kita sudah sukses dengan B40, maka di tahun 2026 ini target kita adalah menuju B50. Artinya, 50 persen bahan bakar kita akan bersumber dari minyak sawit domestik dan 50 persen dari fosil," ucapnya.