BPBD Pangandaran Cek Rumah Warga Pesisir Usai Gempa

Ilustrasi: Suasana pantai di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pasca-gempa. (ANTARA/Feri Purnama)

BPBD Pangandaran Cek Rumah Warga Pesisir Usai Gempa

Silvana Febiari • 6 August 2026 09:27

Pangandaran: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengecek semua kondisi bangunan, terutama pemukiman warga pesisir pantai. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kerusakan akibat gempa agnitudo 5,3 di laut Pangandaran.

"Sementara kerusakan belum ada laporan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi, dilansir dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026. 

BMKG menginformasi gempa berkekuatan M 5,3 terjadi pukul 21.55 WIB, Rabu 5 Agustus 2026. Titik lokasi 8,12 derajat Lintang Selatan (LS): 107,91 derajat Bujur Timur (BT) atau 79 km barat daya Kabupaten Pangandaran.
 


Gempa tersebut, cukup kuat dirasakan masyarakat di Kabupaten Pangandaran karena kedalaman gempanya sekitar 18 km di kawasan laut Pangandaran. "Guncangan dirasakan karena kedalaman gempa hanya 18 km," ucapnya.


Petugas Tagana memantau kondisi pesisir pantai Pelabuhan Pendarahan Ikan Cikidang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu malam, 5 Agustus 2026. ANTARA/HO-Tagana Pangandaran


Kondisi masyarakat saat ini kembali normal seperti biasa usai gempa mengguncang wilayah Pangandaran. Meski begitu, masyarakat tetap waspada karena Pangandaran merupakan daerah rawan bencana alam termasuk gempa bumi dan tsunami.

"Alhamdulillah, aman, imbauan agar tetap waspada karena Pangandaran merupakan daerah rawan bencana, terutama tsunami dan gempa," ungkap Dodo.

Guncangan gempa Pangandaran itu juga cukup dirasakan sejumlah daerah tetangga Kabupaten Pangandaran, seperti Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut, bahkan dirasakan juga guncangannya sampai Kabupaten Bandung.

(Silvana Febiari)