G7 mendesak Iran menghentikan persenjataan dan dukungannya terhadap Houthi. (Anadolu Agency)
G7 Desak Iran Hentikan Dukungan Senjata untuk Houthi di Yaman
Muhammad Reyhansyah • 22 September 2026 15:17
New York: Para menteri luar negeri negara-negara G7 mendesak Iran menghentikan persenjataan dan dukungannya terhadap kelompok Houthi di Yaman.
Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, para menteri luar negeri Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat meminta Iran untuk “mengakhiri persenjataan dan dukungannya” terhadap Houthi.
G7 juga mengecam “sekeras-kerasnya” serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Mereka mengatakan eskalasi terbaru antara Houthi dan pasukan yang didukung Saudi di Yaman mengancam keamanan energi regional dan global.
“Kami menyerukan kepada Houthi untuk segera menghentikan seluruh tindakan militer, seluruh ancaman dan serangan terhadap pelayaran sipil, serta kembali ke proses politik dengan itikad baik,” kata para menteri luar negeri G7, dikutip dari BBC, Selasa, 22 September 2026.
Mereka menilai tindakan Houthi merupakan “pola eskalasi berbahaya” yang berisiko memperburuk konflik, mengganggu perdagangan internasional, dan menciptakan ketidakstabilan ekonomi global.
“Kami akan terus mendukung Pemerintah Yaman yang sah dan menegaskan kembali komitmen kuat kami terhadap persatuan, kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Yaman,” kata mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang Sidang Umum PBB, ketika sejumlah pejabat senior Iran dijadwalkan menyampaikan pidato di New York.
Korban Serangan di Mokha
Sementara itu, sedikitnya enam orang tewas dalam serangan udara Saudi di kota strategis Mokha, Yaman, menurut laporan AFP yang mengutip media yang berafiliasi dengan Houthi.Dua anak-anak dan seorang perempuan termasuk di antara korban tewas. Delapan orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Houthi merebut Mokha dari pasukan yang mendukung pemerintah Yaman pada awal bulan ini. Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, belum memberikan komentar terkait laporan serangan tersebut.
PBB memperkirakan lebih dari 120.000 warga Yaman telah mengungsi akibat peningkatan pertempuran di sepanjang pesisir Laut Merah.
Awal bulan ini, Houthi yang sebelumnya telah menguasai sebagian besar wilayah berpenduduk di Yaman mengambil alih Bab el-Mandeb. Selat sempit tersebut menjadi jalur laut strategis yang menghubungkan bagian selatan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.
Arab Saudi kemudian melakukan ratusan serangan udara di kawasan tersebut.
Houthi juga meluncurkan ratusan drone dan rudal ke kota-kota serta infrastruktur di barat daya Arab Saudi, termasuk ibu kota Riyadh.
Dukungan MIliter untuk Saudi
Inggris menyatakan akan memberikan dukungan “pengisian bahan bakar udara-ke-udara defensif” kepada Saudi. Dukungan tersebut melibatkan satu pesawat Inggris jenis Voyager yang ditempatkan di Pangkalan Udara RAF Akrotiri di Siprus.Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Saudi meminta “dukungan militer”. Dia menyetujui permintaan itu berdasarkan saran Menteri Pertahanan Wes Streeting dan Menteri Luar Negeri Ed Miliband.
Seorang sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa Prancis juga telah menjanjikan dukungan dan siap membantu “mengamankan” infrastruktur energi Saudi melalui pendekatan yang “sepenuhnya defensif”.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman juga dilaporkan meminta dukungan militer kepada Presiden AS Donald Trump.
Houthi menyatakan diri sebagai bagian dari “poros perlawanan” yang dipimpin Iran terhadap Israel, AS, dan negara-negara Barat. Poros tersebut juga mencakup kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hizbullah Lebanon.
Teheran sebelumnya membantah memasok senjata kepada Houthi dan mengatakan dukungannya terhadap kelompok tersebut hanya bersifat politik.
Baca juga: Inggris Beri Dukungan Militer Defensif kepada Arab Saudi untuk Hadapi Houthi