KAI Targetkan Integrasi INKA Efektif 1 Januari 2027

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.

KAI Targetkan Integrasi INKA Efektif 1 Januari 2027

Husen Miftahudin • 24 September 2026 11:06

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan konsolidasi dan integrasi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA efektif mulai 1 Januari 2027. Proses tersebut dilakukan setelah KAI menyelesaikan uji tuntas terhadap INKA.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan proses inbreng INKA telah dilakukan pada September 2026 dengan skema inbreng bersyarat. Sementara itu, konsolidasi dan integrasi ditargetkan berlangsung mulai awal 2027.

"Rencana konsolidasi integrasinya itu pada 1 Januari," kata Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 24 September 2026.

Bobby menjelaskan KAI telah melakukan uji tuntas atau due diligence terhadap seluruh aspek INKA sebagai bagian dari persiapan integrasi. "Kami sekarang ini sudah melakukan due diligence terhadap semua aspek yang ada di INKA," ujar dia.
 

 

Peran INKA diperluas


Setelah integrasi, INKA akan memiliki cakupan bisnis yang lebih luas. Kegiatan perawatan sarana perkeretaapian KAI, termasuk Balai Yasa, akan diintegrasikan dengan perusahaan manufaktur kereta api tersebut.

Dengan integrasi tersebut, kegiatan INKA tidak hanya mencakup manufaktur, tetapi juga perawatan serta rekayasa sarana perkeretaapian.

"INKA ini nanti jadi besar. Jadi mereka melakukan manufakturing, mereka melakukan perawatan, mereka melakukan rekayasa juga," ujar Bobby.

KAI menargetkan INKA dapat berkembang menjadi perusahaan manufaktur kereta api yang lebih sehat secara finansial pada 2029. INKA juga diarahkan memiliki bisnis pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang kuat dan berkelanjutan.

KAI Terapkan B50, Proyeksikan Pengurangan Emisi 9.000 Ton

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)

 

Bandingkan model integrasi di Rusia dan Jepang


Dalam menyiapkan rencana integrasi, KAI melakukan studi perbandingan atau benchmarking terhadap sejumlah model integrasi antara operator dan manufaktur kereta api di berbagai negara, termasuk Rusia dan Jepang. Dalam paparan KAI sebelumnya, model di Rusia melibatkan operator kereta nasional Russian Railways dan produsen sarana perkeretaapian Transmashholding.

Sementara itu, di Jepang, East Japan Railway Company (JR East) mengakuisisi bisnis manufaktur sarana perkeretaapian Tokyu Car Corporation pada 2012. Bisnis tersebut kemudian menjadi anak perusahaan bernama Japan Transport Engineering Company (J-TREC).

KAI menilai model integrasi operator dan manufaktur di kedua negara tersebut dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan efisiensi pengadaan, memberikan kepastian perencanaan jangka panjang, serta menyelaraskan riset dan pengembangan dengan kebutuhan operator.

"Dari kondisi Rusia dan Jepang sendiri, kita yakin integrasi KAI dan INKA itu akan bisa memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak," jelas Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa.

(Husen Miftahudin)