Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com
Pengusaha Muda Perkuat Kolaborasi Antardaerah di Tengah Tekanan Global
Husen Miftahudin • 3 March 2026 14:52
Jakarta: Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tekanan dan ketidakpastian, pengusaha muda membutuhkan kepastian arah kebijakan, perluasan jejaring, serta dukungan konkret lintas daerah agar tetap optimistis mengembangkan usaha.
Semangat tersebut menjadi dasar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Jaya. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari perindustrian dan perdagangan, sinergitas BUMN dan BUMDes, pariwisata, ekonomi kreatif dan infokom, UMKM, koperasi dan kewirausahaan, hingga infrastruktur tata ruang, properti, perhubungan, serta investasi dan kerja sama antardaerah.
Ketua Umum BPD HIPMI Jakarta Raya M. Riandy Haroen menegaskan di tengah kondisi global yang fluktuatif, kolaborasi antardaerah menjadi jawaban untuk menciptakan kepastian dan memperkuat daya tahan pengusaha muda.
"Pengusaha muda hari ini tidak hanya butuh semangat, tetapi juga kepastian ekosistem dan ruang kolaborasi. Dengan sinergi Jakarta dan Jawa Timur, kami semakin optimistis menghadapi tantangan global," kata Riandy dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menilai, dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi fondasi penting dalam membangun rasa percaya diri pelaku usaha muda, khususnya dalam ekspansi bisnis dan penguatan investasi.
| Baca juga: HIPMI Dorong Reformasi Perpajakan Demi Dorong Penerimaan |

(Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Jaya. Foto: dok Istimewa)
Diharap melahirkan program konkret
MoU ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama. Pelaksanaan teknis kerja sama selanjutnya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama tersendiri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari nota kesepahaman tersebut.
Dengan Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional dan Jawa Timur sebagai salah satu motor industri dan perdagangan terbesar di Indonesia, sinergi ini diharapkan melahirkan program konkret seperti business matching, penguatan rantai pasok, kolaborasi sektor strategis, serta perluasan akses pasar antarprovinsi.
Riandy menekankan, di tengah ketidakpastian global, langkah ini menjadi pesan optimisme: pengusaha muda memilih untuk bersinergi, bukan berjalan sendiri.