Arah Kebijakan Pembangunan Papua on The Track

Papua. Foto: Ilustrasi istimewa

Arah Kebijakan Pembangunan Papua on The Track

M Sholahadhin Azhar • 23 July 2026 14:20

Jakarta: Pemerintah Indonesia fokus memeratakan kesejahteraan hingga ke Papua. Yakni, dengan menjadikan Papua sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

"Arah kebijakan tersebut sudah berada pada jalur yang tepat karena berorientasi mengurangi kesenjangan pembangunan antara Papua dan wilayah lain di Indonesia," kata akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia, Rasminto, dalam keterangan yang dikutip Kamis, 23 Juli 2026.

Hal itu diungkap Rasminto dalam diskusi publik di Jakart, Rabu, 22 Juli 2026. Menurut dia, ada pembangunan infrastruktur, penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua.
 


Rasminto mengatakan pembangunan Papua mesti disesuaikan dengan berbagai hal. Yakni, terkait kelompok etnis, bahasa daerah, dan wilayah adat. Hal tersebut, menuntut pendekatan pembangunan yang adaptif.

"Pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan yang berbasis kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan riil masyarakat agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga diterima secara sosial," kata Rasminto.

Ia juga mengingatkan agar publik tidak terjebak pada generalisasi terhadap kondisi Papua. Menurutnya, dinamika keamanan memang masih terjadi di sejumlah wilayah, tetapi kondisi tersebut tidak dapat dijadikan ukuran untuk menggambarkan keseluruhan Papua.

Berdasarkan pengalaman melakukan penelitian lapangan di berbagai wilayah Papua, Rasminto menilai masyarakat memiliki daya tahan sosial yang kuat serta keinginan besar untuk maju. 


Papua. Foto: Ilustrasi istimewa

"Ketika negara mampu menghadirkan akses pendidikan, layanan kesehatan, pendampingan usaha, infrastruktur, dan kepastian keamanan, masyarakat Papua mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri," kata Rasminto.

Menurut Rasminto, pembangunan Papua ke depan harus bergeser dari sekadar membangun infrastruktur menuju pembangunan manusia. Investasi pada pendidikan, peningkatan kapasitas generasi muda, penguatan ekonomi lokal, serta kualitas kepemimpinan daerah akan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan jangka panjang.

Rasminto mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk akademisi, pemerintah, media, dan masyarakat sipil, untuk mengedepankan dialog yang sehat dan kritik yang konstruktif.

"Jika pembangunan dijalankan secara inklusif, transparan, dan konsisten, saya optimistis Papua akan menjadi salah satu pilar penting kemajuan Indonesia," tutup Rasminto.

(M Sholahadhin Azhar)