Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Iran dan Oman Bahas Keamanan Selat Hormuz, Klaim Capai Kemajuan Perundingan
Willy Haryono • 26 July 2026 15:43
Teheran: Iran menyatakan telah mencapai kemajuan dalam perundingan dengan Oman mengenai mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Teheran juga menegaskan tidak ada perubahan terhadap arus lalu lintas kapal di jalur perairan strategis tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan sejumlah putaran pembahasan telah digelar di Teheran pada Jumat dan Sabtu kemarin antara wakil menteri luar negeri Iran dan Oman.
"Kedua pihak bertukar pandangan mengenai prinsip-prinsip bersama dan mekanisme operasional untuk menjamin pelayaran kapal yang aman di Selat Hormuz," kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars dan TRT World, Minggu, 26 Juli 2026.
Baqaei menyebut perundingan tersebut berlangsung produktif dan menghasilkan kemajuan. Menurutnya, delegasi Oman telah meninggalkan Teheran pada Sabtu malam, sementara konsultasi teknis dan politik antara kedua negara masih terus berlanjut.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama ketegangan keamanan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pada Juni lalu, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman yang mencakup kesepakatan gencatan senjata setelah dimediasi Qatar dan Pakistan. Kesepakatan itu menjadi landasan bagi perundingan menuju penyelesaian konflik secara permanen.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata tersebut berakhir pada 8 Juli setelah kembali terjadi eskalasi militer.
Pemerintah Amerika Serikat meminta Iran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial serta menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut harus diatur melalui mekanisme yang dikelolanya di sepanjang wilayah pesisir Iran.
Sementara itu, laporan Axios pada Sabtu menyebut Presiden Donald Trump telah menginstruksikan militer Amerika Serikat untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran, mengakhiri hampir dua pekan operasi militer harian, menurut sumber yang mengetahui keputusan tersebut.
Baca juga: Iran Klaim AS Serang Kapal Tanker LPG di Selat Hormuz, Dua ABK Tewas