Eks Insinyur Meta Tuduh Perusahaan Abaikan Risiko Bahaya bagi Anak

Meta dituduh mengabaikan isu keselamatan anak di platform media sosialnya. Foto: Anadolu

Eks Insinyur Meta Tuduh Perusahaan Abaikan Risiko Bahaya bagi Anak

Fajar Nugraha • 20 August 2026 20:01

Washington: Arturo Bejar, mantan insinyur keamanan Meta, mengungkapkan dalam persidangan penting melawan perusahaan tersebut.

Bejar menuduh bahwa Meta mengabaikan isu keselamatan anak di platform media sosialnya.

Ia blak-blakan mengungkapkan bahwa perusahaan Mark Zuckerberg tersebut mengetahui produk-produknya berpotensi membahayakan anak-anak, termasuk melalui rekomendasi yang menampilkan predator seksual serta konten kekerasan.

Bejar juga mengaku telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada para eksekutif Facebook dan Instagram, tetapi hanya sedikit tindakan yang dilakukan.

Dalam sebuah email pada 2021, ia memperingatkan Zuckerberg mengenai seringnya laporan tentang konten berbahaya di Facebook, setelah Zuckerberg secara terbuka menyatakan bahwa perusahaan tidak mengutamakan keuntungan di atas keselamatan.

“Saya merasa bahwa ia telah menciptakan kesan yang keliru dan menyesatkan mengenai komitmen Facebook terhadap anak-anak,” ujar Bejar, sebagaimana dilansir Anadolu, Kamis 20 Agustus 2026.

Raksasa teknologi Meta kini resmi berhadapan dengan meja hijau di tingkat federal usai digugat oleh 29 Jaksa Agung negara bagian AS. Dalam sidang perdana tersebut, sosok bernama Bejar dihadirkan sebagai saksi pertama untuk membongkar dugaan pelanggaran perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut.

Meta didakwa sengaja merancang fitur yang memicu ketergantungan serta merusak mental pengguna usia muda. 

Tak hanya itu, Meta juga dituduh mencuri data pribadi anak-anak di bawah umur 13 tahun tanpa mengantongi izin resmi orang tua, sebuah tindakan yang menabrak aturan hukum negara bagian dan federal.

Persidangan yang berlangsung di Oakland, California, ini diperkirakan bakal memakan waktu minimal enam minggu. 

Deretan petinggi perusahaan, termasuk Mark Zuckerberg dan CEO Instagram Adam Mosseri, bersama sejumlah pakar dijadwalkan hadir di kursi saksi untuk memberikan kesaksian.

(Razaqa Hariz)

(Fajar Nugraha)