Titik gempa susulan di NTT (BMKG)
5.335 Gempa Susulan Terjadi di NTT, Dirasakan 128 Kali
Lukman Diah Sari • 22 August 2026 17:50
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data jumlah gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa utama bermagnitudo (M) 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hingga Sabtu sore, 22 Agustus 2026, angka gempa susulan telah mencapai lebih dari lima ribu kejadian.
"Hingga tanggal 22 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, total gempa bumi susulan 5.335 (kejadian)," sebut BMKG dalam akun resmi, Sabtu, 22 Agustus 2026.
-
Kekuatan Terbesar: M 6,2
-
Kekuatan Terkecil: M 1,1
-
Gempa M > 5: 32 kali
-
Gempa yang Dirasakan: 128 kali
Korban Jiwa dan Pengungsi Melonjak
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memperbarui data jumlah korban gempa bumi di NTT. Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 87 jiwa dari sebelumnya 83 jiwa."Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.
Berton memerinci sebaran korban meninggal dunia di sejumlah wilayah sebagai berikut:
-
Kabupaten Manggarai: 31 jiwa
-
Kabupaten Manggarai Timur: 30 jiwa
-
Kabupaten Nagekeo: 13 jiwa
-
Kabupaten Sikka: 9 jiwa
-
Kabupaten Ngada: 4 jiwa
-
Kabupaten Ende: 2 jiwa
-
Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
"Sedangkan jumlah korban yang luka mencapai 1.298 jiwa," ucapnya.
Berton mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pengungsi terus bertambah lantaran gempa susulan masih kerap terjadi. Ia menyebut jumlah pengungsi yang sebelumnya berada di angka 113.600 kini melonjak menjadi 150.576 jiwa.
"Dengan rincian, Kabupaten Manggarai 41.427 jiwa, Kabupaten Nagekeo 34.256 jiwa, dan Kabupaten Manggarai Timur 31.372 jiwa," jelas Berton.