Topan Narra Picu Banjir Parah di China, Sejumlah Warga Dievakuasi

Topan Narra memicu banjir parah di Guangxi, Tiongkok. (Anadolu Agency)

Topan Narra Picu Banjir Parah di China, Sejumlah Warga Dievakuasi

Willy Haryono • 24 August 2026 18:21

Nanning: Topan Narra memicu banjir parah di wilayah selatan Tiongkok, khususnya Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Kondisi tersebut mendorong evakuasi warga dan penghentian sementara sejumlah layanan kereta penumpang.

Mengutip Global Times, otoritas bencana Tiongkok mengaktifkan respons bantuan bencana nasional Level 4, sementara Administrasi Meteorologi Tiongkok meningkatkan respons darurat cuaca menjadi Level 3.

Tiongkok memiliki sistem tanggap darurat empat tingkat, dengan Level 1 sebagai tingkat paling parah dan Level 4 sebagai tingkat terendah.

Peningkatan respons cuaca ke Level 3 menunjukkan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap dampak Topan Narra, sekaligus mendorong mobilisasi sumber daya dan koordinasi penanganan bencana yang lebih luas.

Topan Narra, yang menjadi badai tropis ke-19 tahun ini, terhenti di atas Teluk Beibu dan membawa hujan deras dalam waktu panjang ke wilayah Guangxi.

Kota Fangchenggang mencatat curah hujan maksimum mencapai 404,9 milimeter. Hujan tersebut menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir dan mendorong tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga, termasuk di Kabupaten Ningming.

Layanan Kereta Dihentikan

Sejumlah layanan kereta penumpang juga dihentikan hingga Kamis mendatang karena meningkatnya risiko longsor dan banjir.

Penghentian layanan dilakukan sebagai langkah pencegahan di tengah hujan deras yang masih mengguyur sejumlah wilayah Guangxi.

Cuaca ekstrem tersebut terjadi di tengah aktivitas musim topan yang disebut lebih tinggi dari rata-rata.

Menurut laporan Global Times, sebanyak 21 topan telah terbentuk di Pasifik Barat sepanjang tahun ini, atau sembilan lebih banyak dibandingkan rata-rata historis.

Baca juga:  Banjir akibat Hujan Deras Landa Shaanxi Tiongkok, 115 Ribu Warga Dievakuasi

(Willy Haryono)