Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan pesawat di terminal tunggu penumpang, karena pesawat yang akan mereka tumpangi mengalami penundaan akibat gangguan asap karhutla, Jumat, 21 Agustus 2026. ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Penerbangan Jakarta-Pontianak Dialihkan ke Batam Imbas Kabut Asap
Silvana Febiari • 21 August 2026 18:30
Pontianak: Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, hingga di bawah 1.000 meter. Kondisi tersebut menyebabkan penerbangan IU 682 rute Jakarta-Pontianak dialihkan (divert) ke Bandara Hang Nadim Batam.
General Manager Bandara Internasional Supadio Maya Damayanti mengatakan gangguan operasional penerbangan tersebut dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar bandara.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang di bandara. Koordinasi lintas instansi dengan stakeholder terkait berjalan dengan baik untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi di tengah kondisi gangguan asap saat ini," kata Maya, dilansir dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca Juga :
Selain itu, lima penerbangan keberangkatan turut terdampak dan mengalami keterlambatan. Penerbangan tersebut yakni JT 837 rute Pontianak-Surabaya, IU 691 Pontianak-Jakarta, IW 1440 Pontianak-Ketapang, IU 683 Pontianak-Jakarta, dan IU 697 Pontianak-Jakarta.
"Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas," ujar Maya.
Pihak Bandara Supadio bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Polres Kubu Raya terus memantau kondisi jarak pandang secara waktu nyata. Tujuannya untuk menentukan kelayakan operasional penerbangan.

Petugas BPBD Kalbar memadamkan karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. ANTARA/Ho- Sucia Lucinda
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Supadio, jarak pandang pada pagi hari turun hingga di bawah 1.000 meter akibat dampak kabut asap dari karhutla di sejumlah wilayah sekitar Bandara Internasional Supadio.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan perubahan jadwal penerbangan apabila jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan. Calon penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala kepada maskapai masing-masing.
PT Angkasa Pura Indonesia mengimbau calon penumpang dengan jadwal keberangkatan pagi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal. Penumpang juga diminta mengikuti informasi resmi dari maskapai maupun pihak Bandara Supadio.