Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
Trump Bantah Klaim Berikan Pembayaran Finansial ke Iran
Fajar Nugraha • 16 June 2026 12:10
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin 15 Juni 2026 menolak klaim bahwa Washington memberikan pembayaran finansial kepada Iran.
Trump menyebut laporan pendanaan Amerika sebagai "berita palsu" di tengah laporan tentang paket rekonstruksi multi-miliar dolar.
“Berita bahwa AS membayar Iran USD300 juta dolar adalah berita palsu,” tegas Trump di platform media sosialnya, Truth Social, seperti dikutip dari Yeni Safak, Selasa 16 Juni 2026.
Meskipun ia menyebutkan angka “300 juta”, masih belum jelas apakah ia membantah jumlah yang jauh lebih besar, yaitu “300 miliar”, yang disebutkan oleh pejabat pemerintah lainnya dan media internasional.
Wakil Presiden AS JD Vance mengklarifikasi bahwa dana USD300 miliar yang diusulkan akan bersumber dari sekutu regional, bukan dari pembayar pajak Amerika.
“Tidak sepeser pun uang itu berasal dari Amerika Serikat,” kata Vance kepada NBC News.
Ia menjelaskan bahwa negara-negara Arab Teluk mungkin hanya akan berinvestasi jika Teheran menjadikan ekonominya "layak investasi" dan mulai berperilaku seperti "negara normal."
Seorang pejabat senior AS sebelumnya mengkonfirmasi bahwa meskipun dana miliaran dolar merupakan bagian dari diskusi diplomatik, semua kemajuan keuangan sepenuhnya "terkait dengan kinerja."
Financial Times mengindikasikan bahwa pembentukan dana tersebut bergantung pada penyelesaian akhir, yang mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya.
Lebih lanjut, surat kabar tersebut mencatat bahwa modal tersebut kemungkinan akan dikelola melalui kerangka kerja untuk perusahaan swasta yang tertarik pada pasar Iran, bukan melalui bantuan langsung antar pemerintah.