Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,7. ANTARA/HO-BMKG/am.
Pengungsi Gempa di Kepulauan Sangihe Mulai Kembali ke Rumah
Silvana Febiari • 9 June 2026 18:03
Kepulauan Sangihe: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pengungsi gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sudah kembali pulang ke rumah masing-masing. Hal ini seiring dengan kondisi lapangan yang berangsur kondusif.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan para warga tersebut sebelumnya sempat mengungsi secara mandiri ke gedung fasilitas umum dan rumah-rumah kerabat terdekat pasca-guncangan gempa tektonik 7,7 magnitudo pada Senin, 8 Juni 2026.
"Sebagian warga yang mengungsi sudah kembali per pukul 09.00 WIB tadi," kata Abdul, dilansir dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
BNPB belum menerima laporan secara rinci berapa jumlah warga yang kembali. Menurut Abdul, jumlah pengungsi sebanyak 1.160 jiwa itu mendapat pendampingan melekat dari tim petugas gabungan yang diakomodir oleh BPBD setempat.
Meskipun situasi pengungsian mulai mencair, BNPB mencatat kerusakan infrastruktur pemukiman warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe setelah tim reaksi cepat melakukan proses asesmen lanjutan.
Direktorat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengkonfirmasi total kerusakan bangunan di Sangihe terdata mencakup 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan delapan unit rumah rusak ringan. Selain itu, fasilitas publik seperti dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas guru juga dilaporkan mengalami kerusakan fisik.
"Gempa-gempa susulan berkekuatan kecil masih terjadi di wilayah terdampak. Namun, sebagian warga yang mengungsi sudah kembali, dan pasokan listrik di Kabupaten Kepulauan Sangihe berangsur normal, kecuali di beberapa pulau terluar yang dekat dengan episentrum," jelas dia.
Adapun untuk di wilayah lain seperti Kabupaten Kepulauan Talaud dan Minahasa Utara dilaporkan juga berdampak signifikan.

Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan rumah warga akibat terdampak gempa bumi Magnitudo 7.7 pada Senin, 8 Juni 2026. Foto: BPBD Provinsi Sulawesi Utara
Untuk Kabupaten Kepulauan Talaud ada 12 kepala keluarga (KK) yang rumahnya rusak, satu unit rumah sakit, dan satu unit bangunan gudang pelabuhan. Sementara wilayah Kabupaten Minahasa Utara ada satu unit gedung GMIM 76 serta satu unit fasilitas pendidikan yang rusak
"Dampak kerusakan fasilitas publik yang dilaporkan tim lapangan masih cenderung stabil untuk Minahasa Utara," ungkap Abdul.
BNPB memastikan koordinasi lintas instansi dalam satu komando tanggap darurat di tingkat provinsi hingga kabupaten masih terus berjalan ketat. Langkah ini dilakukan untuk menyalurkan bantuan logistik darurat, memperbaiki instalasi listrik di pulau terluar, serta merampungkan validasi data kerusakan struktural bangunan.