Siswa SMP di Sragen Tewas di Kamar Mandi Sekolah Usai Berkelahi

Ilustrasi. Metrotvnews.com.

Siswa SMP di Sragen Tewas di Kamar Mandi Sekolah Usai Berkelahi

Triawati Prihatsari • 7 April 2026 19:13

Sragen: Seorang siswa SMP Negeri di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen ditemukan tewas di kamar mandi sekolah. Korban berinisial WAP sempat terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya berinisial DTP sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Iya benar tadi dikabari kepala sekolah sekitar pukul 12.00 WIB. Untuk detailnya kami kabari kembali nanti. Saat ini korban masih di kamar jenazah RSUD Sragen,” ujar Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, di Sragen, Selasa, 7 April 2026. 

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dilakukan visum. Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Yuni Susilowati telah turun langsung ke sekolah tersebut untuk mengumpulkan informasi terkait peristiwa itu. 
 


“Kami dari tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan datang ke sini juga sedang dalam rangka mencari kronologis kejadian dan ini kami juga belum mendapat informasi jelasnya. Kami masih menunggu penjelasan dari kepala sekolah yang saat ini mendampingi proses visum di RSUD serta menunggu sampai hasil visum dari polisi muncul saja, kita menunggu hasilnya,” ujar Yuni.

Saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan perkelahian antarsiswa, ia tidak menampiknya. Menurutnya, salah satu siswa terlibat perkelahian tersebut meninggal dunia. 


Ilustrasi. Medcom.id


Kendati demikian, ia memastikan tidak ada keterlibatan guru dalam kejadian perkelahian tersebut. “Iya, diduga perkelahian antarsiswa. Tidak ada unsur dari bapak-ibu guru karena mereka juga sedang ada proses TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan proses pembelajaran berlangsung. Jadi kami tadi tanya kronologinya seperti apa, mereka semua juga belum tahu pastinya,” imbuh Yuni. 

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu kepastian penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Penyidikan juga mencakup korban dan pelaku perkelahian, yang diduga merupakan teman sekelas.

“Masih simpang siur, jadi kami tetap menunggu pernyataan dari kepala sekolah dan juga hasil visum,” tegas Yuni. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)