Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok MetroTV
Menko Airlangga: Subsidi BBM Aman hingga Akhir 2026
Eko Nordiansyah • 14 April 2026 12:20
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang tangguh dalam menghadapi lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pemerintah mengklaim mampu menahan dampak ekonomi tersebut hingga 10 bulan ke depan tanpa memangkas subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Melansir Xinhua, Selasa, 14 April 2026, Airlangga mengatakan alokasi subsidi untuk solar dan jenis BBM lainnya akan terus dipertahankan hingga akhir 2026. Langkah tersebut diambil lantaran pemerintah memastikan ketersediaan dana kas negara masih cukup mumpuni untuk menutup beban selisih harga.
Harga minyak mentah global saat ini telah meroket menembus level USD100 per barel. Lonjakan tajam ini dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, yang secara langsung melumpuhkan jalur distribusi logistik energi strategis di Selat Hormuz.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Asumsi harga minyak dalam ABPN 2026
Berdasarkan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah sebenarnya mematok asumsi harga minyak global pada level USD70 per barel.Dengan formulasi tersebut, setiap kenaikan harga minyak global sebesar USD1 akan menambah beban pengeluaran negara sekitar Rp6,8 miliar atau setara USD506 ribu.
Meskipun membebani APBN, sebagai negara pengimpor minyak bersih, Indonesia tetap memilih jalur pemberian subsidi untuk menjaga stabilitas ekonomi makro, mengendalikan inflasi, serta melindungi daya beli rumah tangga berpenghasilan rendah dari volatilitas harga minyak global.
Sebagai langkah mitigasi ancaman kelangkaan, Menko Airlangga mengatakan pemerintah sedang mencari alternatif negara pemasok baru untuk mengurangi ketergantungan 20 hingga 25 persen impor minyak Indonesia dari kawasan Timur Tengah.