PISAI Vatikan dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjajaki kerja sama untuk memperkenalkan studi Islam Indonesia serta memperkuat dialog antaragama. (KBRI Vatikan)
PISAI Vatikan Ingin Perkaya Studi Islam Melalui Perspektif Indonesia
Willy Haryono • 9 May 2026 17:44
Vatikan: Pengenalan Islam di kawasan Asia, khususnya Islam di Indonesia, akan memperkaya wawasan mengenai Studi Islam di PISAI, ucap President PISAI, Don Wasim Salman pada pertemuan dengan Tim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang dipimpin oleh Rektor, Achmad Nurmandi, pada tanggal 6 Mei 2026 di Vatikan.
PISAI merupakan sebuah Institut Kepausan untuk Studi Bahasa Arab dan Islamologi yang didirikan oleh Serikat Misionaris Afrika pada tahun 1926 di Tunisia. Institut ini mendapat mandat dari Takhta Suci Vatikan sebagai lembaga pendidikan tinggi gerejawi yang memiliki hak untuk memberikan gelar akademik.
PISAI dibuat dengan tujuan untuk mempromosikan budaya dialog, saling pengertian, dan kerja sama antara umat Kristen dan Muslim, melalui penelitian ilmiah, publikasi, kegiatan akademik, dan pengajaran.
Diakui oleh Don Wasim bahwa selama ini Islam yang diajarkan di PISAI utamanya adalah Islam di Timur Tengah. Ini dikarenakan studi yang ditawarkan tidak hanya mencakup ajaran ilmu Islam namun budaya di kawasan negara-negara Arab.
“PISAI memiliki keterbatasan tenaga pengajar lokal untuk Studi Islam dan membutuhkan pakar eksternal dari kawasan lain, termasuk Indonesia," ungkap Don Wasim, dalam siaran pers KBRI Vatikan yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 9 Mei 2026.
Peluang Kerja Sama
KBRI untuk Takhta Suci melihat tantangan tersebut sebagai peluang bagi Indonesia untuk dapat membagikan pengetahuan tentang ilmu Islam yang berkembang di Indonesia.“Kami mengharapkan melalui pertemuan ini dapat menghasilkan sesuatu yang sifatnya konkret dan bermanfaat bagi Indonesia dan Vatikan khususnya diantara kedua Institut Pendidikan UMY dan PISAI," ucap Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, yang turut hadir mendampingi Tim UMY.
Rektor UMY, Achmad Nurmandi, juga menilai kerjasama dengan PISAI akan bermanfaat bagi Muhammadiyah. “Kami menawarkan PISAI untuk dapat membuat penelitian tentang Muhammadiyah dari perspektif Eropa," ucap Achmad.
Untuk memperkaya pengetahuan PISAI tentang Islam di kawasan Asia, Rektor UMY juga menawarkan pengiriman dosen tamu dari UMY untuk memperkenalkan Islam di Asia, khususnya Indonesia.
“Kita juga dapat mengatur pertukaran atau kunjungan mahasiswa jangka pendek ke Universitas Muhammadiyah baik di Jakarta maupun di Yogyakarta” ungkapnya.
Tawaran kerja sama ini mendapat respon yang sangat positif dari Don Wasim. Diskusi lebih lanjut akan dilakukan untuk membahas detail kerja sama.
Warna Baru di PISAI
“Saat ini, selain Misionaris Afrika, staf pengajar PISAI termasuk di dalamnya para rohaniwan dari berbagai tempat, imam diosesan, dan umat awam," jelas Don Wasim.“Kerja sama yang ditawarkan oleh UMY pasti akan membawa warna baru di PISAI," tambahnya.
President PISAI, Rev. Don Wasim Salman, berkewarganegaraan Suriah-Italia yang lahir di Damaskus 3 Agustus 1976. Ia meraih gelar Doktor Teologi dari Universitas Gregorian (2009) dan gelar Doktor Filsafat Arab dari Universitas Tor Vergata (2016). Ia juga mengajar teologi Katolik di Italia.
Pertemuan antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan PISAI merupakan bagian dari rangkaian kunjungan tim UMY ke Vatikan dan Roma bekerja sama dengan KBRI untuk Takhta Suci.
Tim UMY dipimpin oleh Rektor UMY, Achmad Nurmandi, didampingi oleh Wakil Rektor, Zuly Qodir, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Velandani Prakoso.
Dari KBRI Takhta Suci, turut hadir Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, didampingi Pelaksana Fungsi Politik dan Sosial Budaya, Haryadi Satya dan Romo Albertus Gatot Hendrarso, Pr., seorang Pastur WNI yang sedang mengambil pendidikan S2 tentang Studi Islam di PISAI.
Baca juga: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sepakati Rencana Kerja Sama Pendidikan dengan Vatikan