Industri Parfum Bertransformasi lewat Sistem Layanan Digital

Ilustrasi parfum. Foto: Pexels.com/kaboompics.com.

Industri Parfum Bertransformasi lewat Sistem Layanan Digital

Fachri Audhia Hafiez • 30 July 2026 05:38

Jakarta: Konsep toko self service dan sistem pemesanan berbasis digital pada industri parfum mulai diterapkan. Langkah inovasi ritel ini diluncurkan guna merespons pergeseran perilaku konsumen muda yang menginginkan pengalaman berbelanja secara mandiri, eksploratif, dan personal.

"Parfum adalah bagian dari cara seseorang mengekspresikan dirinya. Melalui konsep self service, kami memberikan kebebasan kepada setiap pelanggan untuk menemukan aroma yang benar-benar terasa personal," kata Head Marketing Manager Tania Perfume Reza Aditya dalam keterangan resminya, Rabu, 29 Juli 2026.
 


Reza menjelaskan bahwa kebijakan ini didasari pemahaman atas pemilihan aroma wewangian yang bersifat sangat personal bagi setiap individu. Lewat skema baru ini, pelanggan dapat mengeksplorasi lebih dari 250 varian aroma, mulai dari kategori fresh, floral, fruity, sweet, woody, hingga varian hangat dan intens, pada area tester tanpa bergantung pada rekomendasi pramuniaga.

Guna mendukung kelancaran operasional, perusahaan mengintegrasikan teknologi pemesanan mandiri melalui perangkat KIOSK dan fitur QR Self Order. Usai memilih wewangian, konsumen cukup memindai kode QR via telepon pintar atau menginput pesanan pada KIOSK untuk langsung diproses oleh tim toko, sehingga mempercepat rantai pemesanan di tingkat outlet.


Self service Tania Perfume. Foto: Dok. Istimewa.

Meski mengusung konsep serbamandiri, manajemen Tania Perfume memastikan tetap menyiagakan staf operasional di lapangan. Para staf bertugas memberikan panduan teknis serta edukasi mengenai karakter wewangian bagi konsumen yang membutuhkan konsultasi langsung.

Selain pembaruan pada fasilitas outlet fisik, Tania Perfume turut memperluas variasi ukuran produk dan memperkuat integrasi ekosistem omnichannel yang menghubungkan toko fisik, layanan digital, marketplace, hingga program membership. Rangkaian strategi ini ditujukan untuk memperkuat penetrasi pasar perusahaan di industri perawatan diri nasional.

(Fachri Audhia Hafiez)