Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Anadolu Agency)
Presiden Iran Bantah Isu Pengunduran Diri, Tegaskan Tetap Pimpin Negara
Willy Haryono • 4 August 2026 21:10
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah laporan media oposisi yang menyebut dirinya telah mengajukan pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
Ia menegaskan akan tetap memimpin negara Iran di tengah ketegangan militer yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah dan dikutip kantor berita resmi IRNA, Selasa, 4 Agustus 2026, Pezeshkian menepis kabar adanya perpecahan di jajaran kepemimpinan Iran.
"Jika saya ingin mengundurkan diri, saya akan mengumumkannya secara terbuka. Saya tidak akan mundur, dan saya akan terus berjuang," kata Pezeshkian.
Bantah Ada Perselisihan
Pezeshkian juga membantah adanya perselisihan antara dirinya dengan Pemimpin Tertinggi maupun pimpinan militer Iran. Menurutnya, kepemimpinan sipil dan militer tetap berada dalam satu barisan.
"Semua orang tahu bahwa jika terjadi perbedaan pendapat, angkatan bersenjata akan berdiri bersama Khamenei," ujarnya.
Selain itu, Pezeshkan juga menegaskan bahwa pemerintah dan militer saat ini "bekerja dalam harmoni penuh."
Iran terlibat konflik dengan Amerika Serikat sejak Februari, ketika Washington bersama Israel melancarkan serangan terhadap Teheran yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata pada April dan menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni.
Namun, kesepakatan tersebut runtuh bulan lalu setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan selama hampir dua pekan, sebelum Presiden AS Donald Trump menghentikan operasi pengeboman.
Baca juga: Presiden Iran Pastikan Pihak Tak Bermaksud Picu Ketegangan di Timur Tengah