Jenazah pendaki terkenal Nirmal Purja pada Minggu 2 Agustus 2026 setelah longsor salju menewaskannya. Foto: Anadolu
Jenazah Pendaki Ternama Nirmal Purja Ditemukan Setelah Longsor di Broad Peak
Fajar Nugraha • 3 August 2026 12:05
Skardu: Tim penyelamat menemukan jenazah pendaki terkenal Nirmal Purja pada Minggu 2 Agustus 2026 setelah longsor salju menewaskannya dan sembilan anggota tim di salah satu puncak tertinggi di dunia di Pakistan utara, kata Alpine Club of Pakistan.
Longsor salju terjadi pada hari Kamis, memutuskan kontak dengan ekspedisi internasional yang dipimpin oleh Purja, seorang pendaki Inggris-Nepal berusia 43 tahun, di Broad Peak.
Sekretaris umum klub, Ayaz Shigri, mengatakan tim penyelamat darat sedang mengangkut empat jenazah -,termasuk jenazah Purja, dua warga negara Nepal lainnya, dan seorang warga negara Tiongkok,- turun dari gunung.
"Tim penyelamat juga telah mengkonfirmasi keberadaan satu jenazah tambahan di ketinggian yang jauh lebih tinggi," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin 3 Agustus 2026.
"Karena medan yang sangat berbahaya dan kondisi yang ada, kemungkinan upaya evakuasi tidak akan dilakukan pada tahap ini," tambahnya.
Perusahaan ekspedisi Purja mengonfirmasi pada hari Sabtu bahwa tidak ada anggota tim yang selamat.
Pihak berwenang regional mengatakan jenazah tiga pendaki -,seorang wanita Oman, seorang pria Nepal, dan seorang wanita Amerika,- telah ditemukan dan diterbangkan ke kota Skardu pada Jumat.
Longsoran salju tersebut telah memicu gelombang kejutan di komunitas pendaki gunung, terutama di Nepal, dan para pemimpin termasuk Pangeran William dari Inggris telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para pendaki.
Kehilangan tak terbayangkan
Purja, yang bertugas di Brigade Gurkha Inggris sebelum bergabung dengan Skuadron Perahu Khusus Marinir Kerajaan, memecahkan beberapa rekor pendakian sejak menjadi pendaki gunung dan pemandu wisata penuh waktu."Nims (Purja) bertugas dengan gemilang di Angkatan Bersenjata Inggris sebelum menjadi salah satu pendaki gunung terhebat di dunia, menempatkan pendaki Nepal di peta dunia," tulis Pangeran William di X, mengatakan bahwa ia "sangat sedih" atas kehilangan nyawa tersebut.
Purja telah menulis di X pada hari Senin bahwa ia hampir menjadi orang pertama yang mendaki semua 14 "puncak super" dua kali tanpa oksigen.
"Broad Peak, saya hanya meminta perjalanan yang aman naik dan turun," tulisnya.
Tim penyelamat telah menyisir lereng gunung yang sulit dan berada di ketinggian selama beberapa hari melalui udara dan darat setelah kontak dengan tim terputus pada hari Kamis.
"Saudara-saudaraku tersayang. Kami akan membawa kalian pulang untuk bertemu keluarga kalian," tulis Mingma G Sherpa, seorang pendaki gunung yang terlibat dalam penyelamatan, di Instagram pada hari Sabtu.
Pesan-pesan duka cita mengalir setelah konfirmasi bahwa tidak ada satu pun anggota tim yang selamat.
"Ini adalah kehilangan yang tak terbayangkan bagi komunitas pendaki gunung kita dan bagi bangsa," tulis Fur Gelje Sherpa, Presiden asosiasi pendaki gunung Nepal, di media sosial.
"Dia sangat bersemangat untuk membuat Nepal diakui di dunia dan mengembangkan sektor pendakian gunung kita,” kata Fur Gelje Sherpa.
Broad Peak adalah gunung tertinggi ke-12 di dunia, terletak di pegunungan Karakoram di Pakistan utara, dan dianggap sebagai salah satu pendakian tersulit dan paling teknis dari semua pendakian di atas 8.000 meter.
Puncaknya pertama kali didaki pada tahun 1957 oleh tim Austria.