Korban Banjir Lebong Mayoritas Mengalami Hipertensi

Pemeriksaan kesehatan massal yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Korban Banjir Lebong Mayoritas Mengalami Hipertensi

Silvana Febiari • 13 May 2026 16:22

Lebong: Sebagian besar warga korban banjir di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, akibat meluapnya sejumlah sungai pada 7 Mei 2026, mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong, Evan Marta, mengatakan kesimpulan tersebut didapat setelah melakukan pemeriksaan kesehatan pasca-bencana terhadap 125 warga terdampak.

"Dari 125 warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, lebih dari 50 persen di antaranya mengalami tekanan darah tinggi. Selain itu, ada juga yang mengeluhkan sakit maag, flu, dan penyakit ringan lainnya," kata Evan Marta, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
 


Evan menjelaskan, melonjaknya kasus hipertensi di kalangan korban banjir dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial. Salah satunya adalah faktor psikologis, yakni stres yang dialami warga setelah rumah dan lingkungan mereka rusak diterjang banjir.

Kemudian, adanya kelelahan fisik yang luar biasa saat warga berupaya membersihkan sisa-sisa lumpur dan material banjir dari dalam rumah mereka.

"Selain faktor stres dan kelelahan, pola makan warga selama masa darurat banjir juga dinilai ikut memengaruhi kondisi kesehatan mereka," terang Evan.


Pemeriksaan kesehatan massal yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. ANTARA/Dokumentasi Pribadi


Menurut Evan, selama kondisi darurat, banyak warga yang mengonsumsi makanan instan maupun makanan kaleng dalam jangka waktu tertentu. Jenis makanan tersebut diketahui memiliki kandungan natrium atau garam yang cukup tinggi.

"Konsumsi makanan tinggi natrium secara berlebihan dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama bagi warga yang sebelumnya memang memiliki riwayat hipertensi. Ditambah lagi, ada warga yang kehilangan obat rutin mereka saat banjir terjadi sehingga pengobatan terputus," tegas Evan.

Terkait kondisi tersebut, Dinkes Lebong mengimbau warga agar tetap menjaga pola makan dan menghindari konsumsi makanan yang dapat memperburuk tekanan darah di masa pemulihan ini.

Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan deras melanda wilayah tersebut sejak Rabu, 6 Mei 2026, malam hingga Kamis, 7 Mei 2026, pagi. Kondisi ini memicu banjir dan tanah longsor di empat kecamatan di Kabupaten Lebong.

Meskipun banjir sempat merendam ratusan rumah dan fasilitas publik, serta memutus sebuah jembatan gantung, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, genangan air telah surut dan warga telah kembali ke kediaman masing-masing untuk melakukan pembersihan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)