Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. (Anadolu Agency)
Lula Kecam AS usai Tetapkan Geng Brasil sebagai Organisasi Teroris
Willy Haryono • 30 May 2026 12:21
Brasilia: Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengecam keras apa yang disebutnya sebagai campur tangan asing dalam urusan domestik negaranya setelah Amerika Serikat (AS) menetapkan dua geng kriminal Brasil sebagai organisasi teroris.
Dikutip dari Anadolu, Sabtu, 30 Mei 2026, ketegangan diplomatik itu muncul setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump secara resmi menetapkan Primeiro Comando da Capital (PCC) dan Comando Vermelho (CV) sebagai entitas teroris.
Langkah tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Senator Brasil Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, melakukan kunjungan ke Washington dan bertemu dengan Trump serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
“Kami tidak akan menerima diperlakukan seperti anak-anak. Kami tidak akan menerima diperlakukan seolah-olah kami negara kelas dua,” kata Lula dalam pidato di Kota Laranjeiras, Jumat, 30 Mei 2026.
Kementerian Luar Negeri Brasil juga mengeluarkan nota diplomatik yang menegaskan Brasil tidak akan mentoleransi langkah sepihak asing atas nama kerja sama keamanan.
“Langkah sepihak tanpa negosiasi justru melemahkan perang melawan kriminalitas,” demikian pernyataan pemerintah Brasil.
Menurut pemerintah Brasil, kebijakan Washington berpotensi mengganggu pertukaran intelijen dan kerja sama kepolisian internasional.
“Kedaulatan nasional tidak dapat dinegosiasikan. Yang menentukan bagaimana kejahatan diklasifikasikan dan diperangi di Brasil adalah rakyat Brasil dengan institusi, hukum, dan aparat keamanan mereka sendiri,” lanjut pernyataan tersebut.
Intervensi Asing
Lula juga menuduh keluarga Bolsonaro mendorong intervensi asing dalam urusan keamanan Brasil.“Sangat memalukan bahwa sekali lagi anggota keluarga Bolsonaro pergi ke Amerika Serikat untuk meminta campur tangan asing,” ujarnya.
Meski mengkritik langkah AS, Lula mengakui PCC dan CV telah meneror banyak warga Brasil melalui kekerasan di wilayah perkotaan.
Namun, ia menegaskan Brasil memiliki perangkat hukum dan kapasitas keamanan sendiri untuk menghadapi kelompok kriminal tersebut tanpa tekanan dari luar negeri.
Lula bahkan menyindir Washington dengan meminta AS mengekstradisi para pemimpin geng Brasil yang disebut tinggal nyaman di Miami.
“Jika Washington benar-benar ingin membantu Brasil melawan kejahatan transnasional, mulailah dengan mengekstradisi para pemimpin geng Brasil yang hidup nyaman di Miami,” katanya.
Baca juga: Lula Minta Trump Libatkan Palestina dalam Dewan Perdamaian Gaza