Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Presiden Prabowo Pastikan Penyaluran Bantuan Rp20 Miliar per Kabupaten NTT
Fachri Audhia Hafiez • 26 August 2026 15:24
Nagekeo: Presiden Prabowo Subianto memastikan dana bantuan senilai Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah disalurkan. Bantuan tersebut disalurkan khusus penanganan dampak gempa bumi.
"Itu bantuan yang Rp20 miliar tiap kabupaten yang terdampak sudah sampai?" kata Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan pascagempa di Posko Pengungsian Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Mbay, Nagekeo, NTT, dilansir Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengonfirmasi seluruh dana bantuan darurat tersebut telah masuk ke kas pemerintah daerah. Dana tersebut dilarang keras untuk dialokasikan di luar kebutuhan penanganan bencana.
"Kami juga sudah sampaikan ke Pak Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana," ujar Suharyanto.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menjelaskan seluruh kabupaten di Pulau Flores telah menerima bantuan Rp20 miliar. Sementara, Pemerintah Provinsi NTT mendapatkan alokasi dana sebesar Rp40 miliar.
.jpeg)
Rapat terbatas (ratas) di Nagekeo, NTT, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.
Melki turut mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang menyalurkan bantuan ke Kabupaten Flores Timur, meski daerah tersebut tidak terdampak langsung oleh gempa. Wilayah tersebut sedang menghadapi erupsi Gunung Lewotobi.
"Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan Provinsi Rp40 miliar. Karena dia (Flores Timur) juga dapat karena dia kena yang Lewotobi itu Pak Presiden. Erupsi Gunung Lewatobi sudah dua tahun dan ucapkan terima kasih khusus karena tidak termasuk tapi juga mendapatkan," ujar Melki.
Selain mengandalkan dana pemerintah pusat, Pemprov NTT mengerahkan dukungan pelaku usaha lokal untuk menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dengan skema pembiayaan ditanggung pemda. Mulai dari makanan, minuman, selimut, dan matras.
"Pokoknya jangan sampai ada yang tidak bisa makan atau minum atau tidak punya selimut ataupun matras," tegas Melki.