Water Canon Brimob Polda Sumut Semprot Abu Sinabung di Simpang Empat Karo

Personel Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) menggunakan Armoured Water Cannon (AWC) di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026). ANTARA/HO-Satuan Brimob Polda Sumatera Utara.

Water Canon Brimob Polda Sumut Semprot Abu Sinabung di Simpang Empat Karo

Lukman Diah Sari • 3 September 2026 09:55

Medan: Personel Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Utara menggunakan kendaraan taktis (rantis) Armored Water Cannon (AWC) untuk membersihkan jalan dari material abu vulkanik pascaperistiwa erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo. Penyiraman dilakukan di Jalan Kau Kawar, Kecamatan Simpang Empat Karo. 

"Kegiatan itu dilaksanakan guna membantu mengurangi debu dan abu yang berpotensi mengganggu aktivitas serta kenyamanan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut," ujar Komandan Satuan Brimob Polda Sumatra Utara, Kombes Pol M. Rendra Salipu, melalui keterangan tertulis di Medan, Rabu, 2 September 2026, melansir Antara.

Ia mengatakan, penyiraman badan jalan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta meminimalkan dampak abu vulkanik terhadap mobilitas warga sehari-hari.

"Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan wujud pengabdian dan kepedulian," katanya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan bantuan serta melakukan berbagai langkah responsif demi meringankan beban masyarakat yang terdampak erupsi. Melalui semangat kemanusiaan, Brimob Polda Sumatra Utara siap bersinergi dalam penanganan pascabencana untuk memastikan keselamatan warga.

Aktivitas Gunung Sinabung Tinggi, 615 Warga Desa Kuta Tengah Mengungsi

Kolom erupsi Gunung Sinabung teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak pada Senin, 31 Agustus 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Karo.

Sebelumnya, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution telah menginstruksikan percepatan evakuasi warga di wilayah zona bahaya menyusul kenaikan status aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Bobby menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Ia juga meminta jajaran pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan seluruh kebutuhan pengungsi dan warga terdampak terpenuhi dengan baik.

Gubernur Sumatra Utara itu menekankan agar proses evakuasi warga, khususnya yang berada di dalam radius zona merah, dilakukan secara menyeluruh dan tegas guna mengantisipasi ancaman peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

(Lukman Diah Sari)