50 Pejabat Militer AS Jalani Tes Poligraf Terkait Kebocoran Data Amunisi Iran

Militer AS memeriksa 50 perwira dan pejabat sipil dengan tes poligraf untuk mengusut kebocoran informasi terkait perang Iran. (Anadolu Agency)

50 Pejabat Militer AS Jalani Tes Poligraf Terkait Kebocoran Data Amunisi Iran

Willy Haryono • 5 September 2026 12:20

Washington: Penyelidik militer Amerika Serikat (AS) melakukan tes poligraf atau pendeteksi kebohongan terhadap 50 perwira militer dan pejabat sipil pada Agustus 2026.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengusut kebocoran informasi mengenai menipisnya persediaan amunisi AS selama perang dengan Iran.

Mengutip Anadolu pada Jumat, 4 September 2026, penyelidikan menyasar personel di Joint Staff, kelompok yang terdiri dari para petinggi militer dan memberikan masukan kepada presiden.

Pemeriksaan berfokus pada dugaan kebocoran informasi mengenai kekurangan rudal jarak jauh serta rudal pencegat Patriot yang terjadi akibat perang dengan Iran.

FBI tidak terlibat dalam pemeriksaan tersebut karena militer AS menggunakan penyelidik internal. Namun, tidak semua pejabat tinggi militer menjalani tes poligraf, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Presiden AS Donald Trump disebut murka atas kebocoran informasi yang dilakukan tanpa izin tersebut. Meski demikian, tidak ada pejabat yang dinyatakan gagal dalam pemeriksaan poligraf yang dirancang untuk mengungkap kemungkinan pemberian informasi kepada media.

Penyelidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan pejabat pemerintah yang bertindak sebagai mata-mata asing. Dugaan tersebut muncul karena akses terhadap informasi mengenai persediaan amunisi AS sangat dibatasi.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan pihaknya tidak akan mengomentari urusan internal terkait personel maupun penyelidikan. Namun, dia menegaskan kebocoran informasi rahasia ditanggapi secara serius dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Pemeriksaan poligraf dilakukan setelah serangkaian kebocoran informasi tanpa izin, termasuk sebagian dokumen Secretary of Defense Orders Book yang kemudian diketahui publik.

Dokumen tersebut menunjukkan enam pejabat militer berpangkat jenderal bintang empat secara resmi menyampaikan keberatan terhadap perpanjangan operasi militer berskala besar di Iran.

Mereka memperingatkan bahwa perang tersebut tidak berkelanjutan dan berpotensi mengikis kesiapan militer AS di berbagai wilayah dunia. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Tak Terima Laporan Kekurangan Amunisi, Trump Tuduh Ada Pihak Lakukan Pengkhianatan

(Willy Haryono)