Ilustrasi. (Istimewa/Dok. BPPTKG)
Semalaman, Terjadi 44 Kali Guguran Lava Merapi
Media Indonesia • 7 May 2024 09:51
Yogyakarta: Terjadi 44 kali guguran lava dari pucak kawah Gunung Merapi dengan Jarak luncur maksimum 1.700 meter dan kesemuanya engarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Sungai Bebeng. Namun demikian, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada Level III atau Siaga.
Petuga Pos Pengamatan Gunung Merapi, Alzwar Nurmanaji, Selasa, 7 Mei 2024, menjelaskan, 44 kali guguran lava tersebut terjadi sepanjang malam hingga pagi, dari pukul 18.00 pada Senin, 6 Mei 2024, hingga pukul 06.00 Selasa pagi.
Pada periode pengamatan, katanya, cuaca cerah dan berawan, angin bertiup tenang ke arah timur, namun pada dinihari kemdian berubah ke arah barat. Suhu udara 1paling rendah 14°C, kelembaban udara 60-91.1 %, dan tekanan udara 768.31-918.7 mmHg.
| Baca juga: Merapi Muntahkan 18 Kali Guguran Lava Hari Ini |
Sepanjang malam, ujarnya, terjadi 62 kali gempa. "Yang terbanyak adalah gempa guguran yang tercatat di seismogram 50 kali, gempa fase banyak atau hybrid 11 kali dan gempa 1 kali gempa vulkanik dangkal," katanya.
"Selasa dini hari visual terhadap gunung cukup jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25 m di atas puncak kawah," lanjut dia.
Ia menambahkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Karena itu masyarakat diminta waspada bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.