Bakal Calon Wakil Walikota Bandung dari Partai Gerindra, R. Dhani Wiriadinata.
Pilih Hadiri Rapimnas Gerindra, Bacawalkot Bandung Dhani Wirianata Absen Cek Kesehatan
Roni Kurniawan • 2 September 2024 07:41
Bandung: Bakal Calon Wakil Wali Kota Bandung, R Dhani Wirianata mengaku menghadiri kegiatan rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Gerindra sehingga absen dua kali mengikuti tes kesehatan oleh KPU Kota Bandung di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada 30-31 Agustus 2024. Dhani pun melakukan sistem kebut tes kesehatan jasmani dan rohani pada Minggu, 1 September 2024.
Semulanya Dhani bersama pasangannya bakal calon Wali Kota Bandung, Haru Suandaru, dijadwalkan tes kesehatan pertama yang meliputi jasmani pada 30 Agustus kemarin. Namun, hanya Haru yang datang ke RSHS tanpa didampingi Dhani.
Bahkan saat tes kesehatan rohani pada esoknya, 31 Agustus, pasangan dari koalisi PKS dan Gerindra ini tidak hadir sama sekali untuk mengikuti salah satu tahapan wajib sebelum ditetapkan jadi calon peserta Pilwalkot Bandung.
Dhani mengaku, sudah berkoordinasi dahulu dengan KPU Kota Bandung terkait penundaan jadwal tes kesehatan. Namun Dhani tak membeberkan surat penundaan tes kesehata tersebut.
"Tidak ada kendala sebetulnya, kita juga berkoordinasi dengan KPU (Kota Bandung), ada PKPU yang mengatur yang penting jangan lebih dari tanggal 2 (September). Tidak ada yang dilanggar, jadi saya melakukan proses," kata Dhani di RSHS Bandung, Minggu, 1 September 2024.
Dhani mengaku ketika absen tes kesehatan karena menghadiri acara Rapimnas Gerindra beberapa hari lalu, karena ia berdalih merupakan pengurus DPP partai yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut.
| Baca: KPU Kota Bandung Tak Permasalahkan Mantan Sekpri Prabowo Absen Dua Kali Tes Kesehatan |
"Karena saya masih menjadi pengurus di DPP Gerindra pusat. Karena disana kegiatannta ada apel kader, dihadiri presiden, juga koalisi KIM Plus," dalih Dhani.
Bahkan Dhani pun melakukan tes kesehatan sistem kebut dalam satu haru yang meliputi jasmani dan rohani. Ia pun mengaku tidak memiliki kendala dan persiapan khusus dalam menjalani tes kesehatan yang diselenggaran KPU Kota Bandung.
"Sudah semua, rohani dan jasmani dirapel. Persiapannya yang penting tidur cukup," tandas Dhani.
Sementara itu, pengamat politik sekaligus guru besar ilmu politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi meminta KPU untuk bersikap tegas kepada para calon kepala daerah agar bisa menghormati rangkaian acara yang telah dibuat KPU.
Menurutnya, meskipun tidak menyalahi aturan dan ada hari lain untuk menjalankan tes kesehatan, secara etika mendahulukan agenda partai daripada menjalankan tes kesehatan yang sudah dijadwalkan, tidak bisa dibenarkan.
"Harusnya ketika memutuskan untuk maju, mereka punya etika untuk datang bersamaan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota, dengan begitu dia menghormati KPU itu sendiri. Saya melihatnya lebih kepada etika politik walaupun sangat memungkinkan mereka menyusul tapi masa yang lain bisa mengupayakan untuk melakukannya bersamaan sementara mereka masing-masing sendiri itu tidak benar juga," kata Muradi saat dihubungi awak media.
Bahkan Muradi menyebut Dhani tidak serius maju menjadi Calon Wakil Walikota Bandung. "Artinya saya merasa orang ini tidak serius maju. Bahwa ada waktu lain iya tapi waktu itu untuk sesuatu yang tidak bisa ditunda amit-amit misal yang bersangkutan sedang berduka, ini kan acara partai harusnya, ya, partai kan yang mencalonkan seharusnya mereka tahu kalau calonnya harus mengikuti proses pemeriksaan itu," ungkapnya.