Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Festival Transmigrasi 2026, di Batam, Kepulauan Riau. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Kementrans bakal Rutin Gelar Festival Transmigrasi di Rempang Eco City
Nattasya Amani Vrazeti • 11 October 2026 08:39
Batam: Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menjadwalkan pelaksanaan Festival Transmigrasi secara rutin setiap enam bulan sekali di Tanjung Banon, Rempang Eco City, Batam. Langkah ini diambil untuk menggairahkan perekonomian sekaligus menjaga aktivitas sosial masyarakat setempat.
“Pasti. Insya Allah nanti tiap tahunan, bahkan mungkin tiap 6 bulan kita buat acara-acara yang menarik di sini,” ujar Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Rempang, Batam, Minggu, 11 Oktober 2026.
Baca Juga :
Selain itu, Iftitah menyatakan pihaknya menyambut baik dan berkomitmen menjalankan empat masukan dari akademisi Technische Universität München (TUM) Jerman. Sebagian rekomendasi tersebut bahkan sudah mulai diimplementasikan di lapangan.
Empat masukan tersebut mencakup manajemen lahan termasuk agroforestry, isu lingkungan, penguatan komunitas, serta pengembangan aktivitas ekonomi berbasis pariwisata bahari.
“Salah satunya adalah contoh objek untuk observation deck atau gardu pandang. Kami lihat kalau hari Sabtu-Minggu itu di jembatan-jembatan Barelang, utama Jembatan 1, itu banyak sekali masyarakat kumpul,” tutur Iftitah.
Dengan mengalihkan pusat keramaian ke Tanjung Banon, Iftitah optimistis roda perekonomian warga lokal dapat bergerak lebih cepat.
“Kita sedang bangun menara gardu pandang sehingga kita bisa pindahkan yang di jembatan, yang tentu saja membahayakan lalu lintas, bisa hadir ke sini. Nah, nanti kalau orang-orang hadir di sini, tentu akan terbuka multiplier effect-nya,” jelas Iftitah.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Festival Transmigrasi 2026, di Batam, Kepulauan Riau. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Ia meyakini kehadiran pengunjung di lokasi tersebut akan membuka berbagai peluang usaha baru bagi warga sekitar.
“Orang butuh makan, orang butuh minum, nanti lapangan parkirnya, dan sebagainya. Jadi itu adalah salah satu yang akan kita kembangkan,” kata Iftitah.
Selain pengembangan sektor pariwisata bahari, Iftitah menambahkan bahwa Kementerian Transmigrasi juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan dan penghijauan lahan di kawasan Tanjung Banon.