Konsolidasi PDIP Malang Raya, Said Abdullah Minta Kader Satu Komando

Said Abdullah menyampaikan arahan kepada kader dan masyarakat dalam kegiatan PDI Perjuangan di Kabupaten Malang, Jumat, 9 Oktober 2026. (Foto: Ist)

Konsolidasi PDIP Malang Raya, Said Abdullah Minta Kader Satu Komando

Daviq Umar Al Faruq • 9 October 2026 21:00

Malang: Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah meminta seluruh kader dan jajaran pengurus partai menjaga soliditas serta menjalankan arahan pimpinan dalam satu komando. Hal itu disampaikan saat kegiatan Konsolidasi Internal dan Bakti Sosial di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 9 Oktober 2026.

Said menegaskan, soliditas merupakan modal utama partai untuk menjaga eksistensi dan kepercayaan masyarakat. Menurut dia, konflik internal, saling fitnah, serta pembentukan faksi hanya akan merusak partai di mata publik.

"Modal partai itu kan harus solid. Kalau partai berantem, saling fitnah, bertikai, membentuk faksi-faksi, ya habis eksistensi partai, gak ada gunanya berpartai. Rakyat akan melihat itu, itu yang tidak boleh. Ketika ada satu arahan, satu komando, komando itu yang tidak boleh diterjemahkan ulang. Tidak ada intervensi lain, laksanakan saja," kata Said.



Ia mengatakan, seluruh jajaran partai di tingkat kabupaten dan kota harus terus menjaga persatuan serta tidak terlena dengan kondisi organisasi yang sudah solid. Menurut dia, penguatan soliditas perlu terus diingatkan agar mesin partai tetap berjalan optimal.

Selain menekankan konsolidasi internal, Said menyampaikan target PDI Perjuangan Jawa Timur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2031. Partai tersebut menargetkan dapat memimpin 15 kabupaten/kota di Jawa Timur melalui kader yang menduduki posisi kepala daerah.

Said menyebutkan, saat ini terdapat 12 kader PDI Perjuangan yang menjabat sebagai kepala daerah dan sejumlah kader lainnya menduduki posisi wakil kepala daerah di Jawa Timur. Ia mengatakan, pemetaan kekuatan politik terus dilakukan untuk memaksimalkan peluang kemenangan, terutama di daerah yang belum dipimpin kader partai.

"Hari ini kami punya 12 bupati/wali kota, 3 wakil. Insyaallah mudah-mudahan di tahun 2031, dengan pemilihan tetap oleh rakyat, Insyaallah kami akan mampu kalau 15 kabupaten/kota," ujar Said.



Dalam kesempatan tersebut, Said juga menekankan pentingnya membangun hubungan langsung dengan masyarakat. Ia mengingatkan anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta pengurus partai bahwa rakyat merupakan pemegang kehormatan utama dalam sistem politik.

Menurut dia, keberadaan partai ditentukan oleh masyarakat. Karena itu, kader diminta hadir di tengah warga, mendengarkan keluhan, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, bukan sekadar memberikan bantuan materiil.

"Rakyat butuh sentuhan, diajak bicara, keluhan rakyat opo. Kalau itu didengar, itu akan membekas bagi masyarakat. Dan di situlah PDI Perjuangan akan besar," kata Said.

Ia juga meminta kader memaknai kegiatan sosial sebagai bentuk terima kasih dan kepedulian kepada masyarakat, terutama kelompok masyarakat pada desil 1 dan desil 2. Said memilih istilah tali asih untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh ditempatkan sebagai objek politik.



Kegiatan bertajuk "Pertalian Cinta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bersama Masyarakat Kabupaten Malang" tersebut diawali dengan penyerahan 1.000 paket sembako kepada kaum marhaen dan warga sekitar. Agenda dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) serta Gedung Serba Guna Dr. (H.C.) Hj. Puan Maharani.

Kegiatan itu juga dihadiri seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Malang. Dalam rangkaian acara tersebut, panitia menyerahkan santunan kepada anak yatim dan bantuan sosial secara simbolis kepada 33 ketua PAC se-Kabupaten Malang.

(Patrick Pinaria)