Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh. ANTARA/Feri Purnama
Enam Kecamatan di Garut Masuk Wilayah Rawan Banjir
Whisnu Mardiansyah • 3 November 2026 21:20
Garut: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor selama musim hujan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi sekaligus persiapan agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh mengatakan pemetaan daerah rawan banjir mengacu pada catatan kejadian bencana sebelumnya serta dokumen kajian risiko bencana.
"Untuk potensi banjir, beberapa wilayah menjadi perhatian berdasarkan data historis kejadian dan dokumen kajian risiko bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh di Garut, seperti dilansir Antara, Selasa, 3 November 2026.
Menurut Aah, Kabupaten Garut memiliki sejumlah potensi bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, gempa bumi, hingga angin kencang. Kondisi tersebut membuat upaya pemantauan dan kesiapsiagaan perlu ditingkatkan, terutama saat memasuki musim hujan.
Berdasarkan hasil pemetaan, enam kecamatan menjadi wilayah perhatian terkait potensi banjir, yakni Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota, Banyuresmi, Sukawening, dan Wanaraja.
Sementara itu, wilayah selatan Garut menjadi perhatian dalam pemantauan potensi tanah longsor. Tiga kecamatan yang masuk dalam pemetaan tersebut ialah Banjarwangi, Singajaya, dan Pakenjeng.
"Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor atau memiliki riwayat kejadian longsor untuk perhatikan kondisi tanah dan lereng di sekitar rumah," katanya.
Aah menyebut hujan mulai turun di sejumlah wilayah Garut. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD meningkatkan kewaspadaan dengan memantau daerah yang diguyur hujan serta perkembangan situasi di lapangan.

Ilustrasi: Seorang ibu dan anaknya berusaha menembus banjir yang merendam kawasan rumahnya di Desa Blang Cot Mameh, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Minggu (1/11/2026). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/kye
Jika hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, petugas akan meningkatkan pemantauan terhadap kondisi lingkungan dan ketinggian air sungai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air yang berpotensi memicu banjir.
"Apabila debit air meningkat secara tidak biasa atau terdapat tanda-tanda potensi banjir, segera lakukan langkah antisipasi dan evakuasi ke tempat yang lebih aman," katanya.
Selain pemantauan, BPBD Garut juga menyiapkan jalur evakuasi di kawasan yang berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor. Jalur tersebut disiapkan untuk mempermudah proses penyelamatan warga apabila terjadi bencana.
"Kami juga mengingatkan masyarakat agar mengetahui jalur evakuasi dan lokasi yang lebih aman di lingkungannya masing-masing, serta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari BPBD Kabupaten Garut," katanya.