Kemendikdasmen: 502 Sekolah Rusak Berat Akibat Gempa NTT

Wakil Menteri (Wamen) Kemendikdasmen, Atip Latipulhayat. Dok. Tangkapan Layar

Kemendikdasmen: 502 Sekolah Rusak Berat Akibat Gempa NTT

Metro TV • 20 August 2026 18:19

Jakarta: Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak serius pada kegiatan belajar dan mengajar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 1.377 satuan pendidikan terdampak bencana gempa.

“Dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di tujuh kabupaten yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan,” kata Wakil Menteri (Wamen) Kemendikdasmen, Atip Latipulhayat, dalam konferensi pers daring, Kamis, 20 Agustus 2026.

Atip mengatakan saat ini baru 236 dari 1.377 sekolah yang bisa melanjutkan pembelajaran secara tatap muka, sekolah darurat, maupun pembelajaran jarak jauh (daring). Sisanya sekolah diliburkan dengan jumlah yang terdampak 116.324 siswa dan 11.812 guru.

Untuk membantu kegiatan belajar dan mengajar di wilayah terdampak gempa, Kemendikdasmen tengah menyiapkan ruang kelas darurat secara bertahap.

"Kami sedang mendistribusikan 100 tenda ruang kelas yang diharapkan bisa mulai digunakan minggu depan untuk belajar,” kata Atip.


Sekolah rusak akibat gempat di Flores. Foto: Kemendikdasmen

Atip menjelaskan perwakilan Kemendikdasmen juga telah diberangkatkan ke NTT sejak Minggu, 16 Agustus 2026. Sejumlah bantuan diberikan untuk meringankan kebutuhan korban terdampak gempa.

“Membawa 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 800 school kit, dan 400 family kit. Dan menyalurkannya ke Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, dan ada tambahan tim hari ini di Ende yang sedang bergerak ke Nagekeo dan Sikka,” papar Atip.

(Afifah Alfina)

(Achmad Zulfikar Fazli)